<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hikmah Renungan Malam</title>
	<atom:link href="http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Apr 2008 11:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hikmahrenunganmalam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hikmah Renungan Malam</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/osd.xml" title="Hikmah Renungan Malam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jeritan Ruh kepada Rabbnya &#8230; 1</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-1/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 06:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jeritan Ruh]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[ketenangan]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[lepasnya hati]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[rabb]]></category>
		<category><![CDATA[sejuk-segar]]></category>
		<category><![CDATA[setimbang]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-1/</guid>
		<description><![CDATA[وَالله يَدْعُوْا اِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِى مَنْ يَّشَآءُ اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ “Allah menyeru (manusia) ke Darus Salam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).” (QS. 10 : 25) وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِّى مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا Dan katakanlah : “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=30&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right">وَالله يَدْعُوْا اِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِى مَنْ يَّشَآءُ اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ</div>
<p>“Allah menyeru (manusia) ke Darus Salam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).” (QS. 10 : 25)</p>
<div align="right">وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِّى مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا</div>
<p>Dan katakanlah : “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. 17 : 80)</p>
<p>Allah S.W.T. telah menyeru manusia untuk memasuki surga, yakni suasana hidup dan kehidupan yang penuh kesejukan kesegaran ketentraman saling kasih sayang tanpa ada penekanan satu dengan yang lain. Untuk bisa menuju ke sana (ke surga), maka Allah dengan rahmat dan kasih sayangnya menurunkan kitab yang tidak ada keraguan dan kebengkokan dan dikirim Rasul S.A.W. untuk menjelaskan kitab serta teladan dalam hidup dan kehidupan. Namun, sungguh manusia itu dzalim lagi kufur terhadap Rabbnya.</p>
<p>Kedzaliman dan kekufuran bukan terletak pada ucapan tetapi dalam sikap dan perbuatannya. Lisannya berucap bahwa Allah-lah sembahannya, tetapi sikap perbuatannya meng-Ilahkan dunia. Lisannya berucap bahwa Qur’an sebagai petunjuk hidup, tetapi kitab-kitab Yahudi menjadi bacaan dan pegangannya. Lisannya berucap bahwa Rasulullah Muhammad S.A.W. teladan hidup dan kehidupannya, tetapi perilaku Yahudi-Nasrani, adat-istiadat nenek moyang panutan sikap dan perbuatannya dalam hidup dan kehidupan.</p>
<p><span id="more-30"></span>Demikian itu karena manusia terlalu sombong dan melampaui batas. Dikaruniai modal dasar ruh, rasa, hati, aqal dan nafsu agar masing-masing tumbuh kembang bebas menuju Robbnya, malah nafsu dan logika yang ditumbuh suburkan dengan menekan ruh, sehingga ruh merintih merasa kesakitan tidak bisa berkomunikasi dengan Robbnya, akibat ulah nafsu dan logika yang tidak mau kompromi untuk memenuhi kepuasan tuntutan hidup duniawi.</p>
<p>Jeritan Ruh mengadu kepada Robbnya</p>
<p>Melihat ruh selaku tetesan kesucian-Nya  … (Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.  (QS. Al Hijr (15) : 29) …  sedang terinjak-injak oleh nafsu dan logika, maka sang Ar Rahman dan Ar Rahiim menyeru kepada ruh agar bermohon kepada-Nya, dengan susunan bahasa kata sebagaimana firman-Nya pada QS. 17 : 80 berikut ini.</p>
<div align="right">وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِّى مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا</div>
<p>Dan katakanlah : “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.”  (QS. Al Israa (17) : 80)</p>
<p>Atas jeritan permohonan ruh, akibat terinjak-injak nafsu dan logika, maka Allah memberikan pertolongan-Nya sebagaimana firman Allah pada QS. Al Anfaal (8) : 17 berikut:</p>
<div align="right">فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلكِنَّ اللهَ قَتَلَهُمْ وَمَارَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلكِنَّ اللهَ رَمَى وَلِيُبْلِىَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلآَءً حَسَنًا إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ</div>
<p>“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu’min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Anfaal (8) : 17)</p>
<p>Demikianlah Allah, begitu mudah Dia Allah sang Ar Rahman melimpahkan rahmat karunianya kepada hamba yang bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya. Suatu pertanda bahwa Allah itu dekat dan sangat dekat dan mudah dihubungi. Sebagaimana firman-Nya.: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah (2) : 186). Namun, sungguh rahmat Allah mendahului murka Allah, artinya apabila rahmat pertolongan Allah telah diturunkan tetapi tidak didayaguna-manfaatkan selaras dengan kehendak-Nya, maka rahmat itu akan berubah menjadi laknat atau azab. Sebagaimana firman-Nya pada QS. 17 : 8 berikut ini.</p>
<div align="right"> …عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِيْنَ حَصِيْرًا</div>
<p>“Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu, dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman”. (QS. Al Israa’ (17) : <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Rahmat Terbesar dari Allah S.W.T.</p>
<p>Rahmat terbesar yang Allah turunkan kepada hambanya yang menjerit merintih meminta pertolongan untuk dikeluarkan dari tekanan nafsu dan logika adalah berupa kitab petunjuk jalan lurus untuk jumpa kembali kepada Robb, yakni Al Qu’an. Agar rahmat tetap menjadi rahmat, maka serba-serbi dalam berbuat, harus membuka Qur’an untuk menjangkau terbuka lurus pandangan terbuka pada satu titik (.) yakni Aku Allah.</p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan didalamnya; (QS. Al Kahfi (18) : 1) … Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An Nahl (16) : 89). Bagaimana bisa berpandangan lurus terbuka pada satu titik Allah agar rahmat tetap menjadi rahmat? Allah hanya bisa dihubungi dengan hati bersih murni. Hati bersih murni akan terjadi apabila apa yang dilihat mata dan didengar telinga sama sekali tidak berpengaruh (putus tali) dalam hati.</p>
<p>Secara rinci ciri-ciri hati bersih murni adalah :</p>
<p>Lapang dada karena tidak terpengaruh oleh apa dan siapa, kecuali Allah. Laksana sebutir buah kelapa yang terlempar di tengah laut. Walaupun berada di tengah-tengah gelombang ia tidak terpengaruh oleh besarnya gelombang lautan kehidupan.</p>
<p>Suasana hati terasa sejuk segar, sejuk karena terlepas dari panasnya masalah kehidupan di lingkunagn terbuka, dan segar karena bangkit kembali dari kelayuan setelah memperoleh siraman air segar dari langit berupa siraman ruhani kalam Ilaahi.</p>
<p>Walaupun mata kepala melihat fenomena dan telinga mendengar suara/informasi, namun apa-apa yang dilihat dan didengar tidak berpengaruh (putus tali hubungan) ke dalam hati atau tidak dicerna hati tidak menggetarkan hati. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa berbagai omongan yang tidak selaras dengan Qur’an dan Sunnah Rasul hanya akan membikin hati menjadi kotor dan busuk. Keyakinannya adalah bahwa hati hanya untuk Allah, sedangkan Aqal untuk memikirkan ciptaan Allah dalam rangka ketundukan hati kepada-Nya.</p>
<p>Berkondisi cukup setimbang sempurna, tampil dengan lemah lembut. Kondisi demikian merupakan buah hasil dari lepasnya hati dengan segala yang dilihat mata dan didengar telinga. Dengan kelemah-lembutan inilah maka akan bersambung dengan Aku Allah. Tersambungnya hati dengan Allah, maka akan dirasakan ketenangan. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram (tenang) dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (tenang). (QS. Ar Ra’d (13) : 28). Wujud tersambungnya hati dengan Allah, maka segala yang tidak dari Allah dan Rasul-Nya akan ditolak.</p>
<p><i>Bersambung ke jeritan ruh … 2<br />
</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=30&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeritan Ruh kepada Rabbnya &#8230; 2</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-2/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 06:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jeritan Ruh]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[asmaul husna]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jeritan ruh kepada rabbnya]]></category>
		<category><![CDATA[ketenangan]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sifat terpuji tali sambung dengan Allah S.W.T Tali sambung dengan Allah S.W.T adalah sifat terpuji, artinya hanya dengan sikap ucap dan perbuatan terpujilah manusia  selaku hamba Allah dapat berhubungan langsung dengan Allah S.W.T apa yang dimaksud dengan sifat terpuji? Yakni wujud tampilan ketaatan kepada Allah yaitu segala sikap ucap dan perilakunya senantiasa selaras dengan kehendak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=31&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sifat terpuji tali sambung dengan Allah S.W.T</p>
<p>Tali sambung dengan Allah S.W.T adalah sifat terpuji, artinya hanya dengan sikap ucap dan perbuatan terpujilah manusia  selaku hamba Allah dapat berhubungan langsung dengan Allah S.W.T apa yang dimaksud dengan sifat terpuji? Yakni wujud tampilan ketaatan kepada Allah yaitu segala sikap ucap dan perilakunya senantiasa selaras dengan kehendak Allah. Manusia yang demikianlah yang akan menjadi hamba kecintaan Allah.</p>
<p>Ciri manusia hamba Allah taat atas dasar cinta, maka rahmat terbesar Allah akan dikaruniakan kepadanya, berupa pertolongan dalam segala hal, mata dan THTnya adalah mata dan THTnya Allah. Sebagaimana firman-Nya pada QS. Al Israa’ (17) : 8 yang telah dikutip di atas, dan Hadits qudsi berikut:</p>
<p>“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan hal-hal yang sunnat, sehingga ia kusenangi dan Ku-cintai. Karenanya Aku-lah yang menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, lidahnya yang dengannya ia bertutur kata, dan aqal yang dengannya ia berfikir . apabila ia berdo’a kepada-Ku, Aku perkenankan do’anya. Apabila ia meiminta sesuatu kepada-Ku niscaya Aku mengaruniainya, dan apabila ia meminta pertolongan kepada-Ku, niscaya Aku menolongnya. Ibadah yang dilakukannya kepada-Ku yang paling Aku senangi ialah menunaikan kewajibannya dengan sebaik-baiknya untuk-Ku.”  (HQR. At-Thabrani, dalam Kitab Al-Kabir yang bersumber dari Abu Umamah)</p>
<p><span id="more-31"></span>Memperhatikan ayat Qur’an pada Surah Al Anfaal (8) :17 dan Hadits Qudsi di atas betapa besar rahmat pertolongan Allah yang diberikan kepada hamba yang taat atas dasar cinta dengan tampilan akhlaq terpuji. Hamba ini akan mampu mengetahui segala sesuatu dan berilmu sehat setimbang pelestari kesetimbangan semesta. Karena mata, THT, aqal dijadikan sebagai tampilan kehendak Allah. Inilah yang dinamakan jumpa Allah dalam Asma-Nya. Yang harus diperhatikan bahwa rahmat bisa jadi berubah menjadi laknat. Siapa yang terlaknat? Mereka yang pernah menikmati rahmat tali hubung dengan Allah, namun masih juga menyambungkan tali hubung dengan apa yang dilihat mata dan apa yang didengar telinga. Itulah orang yang tidak taat, sebagaimana Iblis yang terlaknat, karena tidak mau sujud kepada Adam A.S, akibat terpengaruh oleh penglihatan mata kepala melihat Adam sebagai garis.</p>
<p>Garis penghalang ruh jumpa Robb</p>
<p>Tantangan yang harus dihadapi ruh untuk dapat kembali berjumpa robbnya semenjak di dunia ini adalah adanya kehidupan yang berbentuk dua garis. Kehidupan yang berbentuk garis pertama adalah kehidupan yang tampaknya manis dan lezat. Sedangkan kehidupan garis kedua adalah kehidupan yang tampaknya pedih dan sakit. Kedua kehidupan yang berbentuk garis ini senantiasa akan menggetarkan hati, jika hidup mengandalkan THT kepala. Apa yang dilihat mata dan didengar telinga senantiasa dicerna oleh otak demi kepentingan isi perut, akibatnya akan menimbulkan gangguan-gangguan dalam hati. Kehidupan demikan merupakan ujian bagi manusia, apa tetap kuat-tegar atau semakin melemah-tak berdaya.</p>
<p>Agar hati terbebas dari gangguan-gangguan kehidupan dua garis, hingga ruh dapat terlepas bebas terbang mengembara menjumpai Robbnya, maka harus senantiasa beraktivitas yang diawali dengan membuka Qur’an dalam rangka mempertahankan tali hubung dengan Aku Allah. Dengan aktivitas yang didahului membuka Qur’an membaca sesuatu dengan Aku Allah maka akan memperoleh tambahan karunia. Sebab membuka Qur’an dan membaca dengan Aku Allah berarti membuka memulai menggali hikmah-hikmah yang ada dibalik garis.</p>
<p>Terbacanya segala hikmah dibalik kehidupan garis berarti melepaskan ruh untuk bebas terbang mengembara menjangkau masuk ruang kosong bersama-sama dengan para malaikat untuk menjemput berita-berita besar dari Ar-Rohman. Barangsiapa yang hidupnya hanya memandang titik Allah., maka ruhnya akan terlepas dari belenggu kehidupan garis, dan dia senantiasa akan mengembara bebas didampingi seribu Malaikat. Sebagamiana firman-Nya: “(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu deperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. (QS. Al Anfaal (8): 9). Berita-berita besar yang telah diperoleh itu kemudian didayaguna-manfaatkan untuk merombak kehidupan di lingkungan terbuka.</p>
<p>Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah S.W.T. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar Ra’d (13) :11) Dari hidup berpandangan garis semata, menuju hidup yang berpandangan titik. Sebab esensi kehidupan bukan merupakan hamparan garis tebal, melainkan berpandangan titik. Sebab esensi kehidupan bukan merupakan hamparan garis tebal, melainkan hamparan titik yang membentuk garis.</p>
<p>Hanya hidup dengan pandangan titiklah yang akan melahirkan keilmuan yang mampu menjaga melestarikan kesetimbangan semesta ini. Ciri hidupnya berpandangan titik adalah aqal dan konsep keilmuannya senantiasa berdasarkan wahyu atau ilham yang dijemput oleh ruh yang telah bebas lepas mengembara menjumpai Rabbnya.</p>
<p>Begitulah ruh selaku titisan kesucian Allah yang telah merasa ditekan oleh nafsu dan logika maka dia akan menjerit memohon pertolongan atas ijin-Nya kepada Rabbnya agar dilepaskan dari belenggu nafsu dan logika. Dan Allah sang Ar-Rahman sungguh Maha Mengetahui dan Maha Mendengar, lagi Maha Mengabulkan do’a hambanya yang sungguh-sungguh memohon kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:</p>
<div align="right">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِي وَلْيُؤْمِنُوْا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ</div>
<p>“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”  (QS. 2 : 186)</p>
<div align="right">وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ</div>
<p>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”  (QS. 29 : 69)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=31&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2008/01/09/jeritan-ruh-kepada-rabbnya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenjang Kesempurnaan Hidup dengan Keindahan Kemakmuran Bersahaja 1</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/24/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/24/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 02:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah 'Idul Adha 1]]></category>
		<category><![CDATA[bersahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah 'idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[jenjang kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ibrahim a.s]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ismail a.s]]></category>
		<category><![CDATA[siti hajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/24/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja/</guid>
		<description><![CDATA[الله اكبر 3× ولله الحمد Saat fajar meniyingsing naik di ufuk Timur, benang-benang putih di kaki langit seakan menyambut iring-iringan gema takbir, tahlil dan tahmid yang sedang berkumandang. Tertangkaplah suatu isyarat halus yang dipancarkan oleh cahaya fajar dari ufuk Timur seakan menghimbau kehidupan bersemesta untuk bangkit serempak mengusir kegelapan panjang yang lama membelenggu kehidupan bersemesta. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=29&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right">الله اكبر 3× ولله الحمد</div>
<p>Saat fajar meniyingsing naik di ufuk Timur, benang-benang putih di kaki langit seakan menyambut iring-iringan gema takbir, tahlil dan tahmid yang sedang berkumandang. Tertangkaplah suatu isyarat halus yang dipancarkan oleh cahaya fajar dari ufuk Timur seakan menghimbau kehidupan bersemesta untuk bangkit serempak mengusir kegelapan panjang yang lama membelenggu kehidupan bersemesta. Laksana seseorang yang tersentak dari lamunan panjang. Demikianlah kehidupan bersemesta tergugah bangkit oleh adanya belaian lembut cahaya fajar dan sapaan merdu dari alunan gema takbir, tahlil dan tahmid. Sujud tersungkur jiwa semesta menyambut uluran kasih Ilaahi yang telah melepaskan ruh-ruh semesta dari belenggu kegelapan yang panjang. Ke-Agungan-Nya, ke-Esaan-Nya nyata terpapar dalam perbuatan-Nya yang disifati rasa kasih. Semakin dalam terserap dan terasa sifat rasa kasih yang telah diulurkan-Nya, tercetuslah dari dalam jiwa yang paling dalam ungkapan rasa syukur di balik sikap yang tersungkur sujud.</p>
<p>Namun tidak lanjut dari rasa syukur tidak hanya terbatas pada sikap diri yang tersungkur sujud, tetapi berkelanjutan pada sikap perbuatan yang didorong oleh kebulatan tekad untuk mewujudkan kebangkitan hidup terpadu. Nyatalah dalam kehidupan bersemesta, syukur yang diwujud-nyatakan adalah bersikap terus menerus hidup tumbuh-berkembang memberikan hasil yang bermanfaat-guna, meskipun berada dalam penekanan dan pemaksaan yang tidak henti-hentinya oleh tangan-tangan serakah yang hanya mencari keuntungan pribadi. Bagaimana rasa syukur tidak akan mendorong diri untuk mewujudkan pada sikap, sementara diri dari saat ke saat terus menerus didorong dan didesak-Nya agar jatuh ke dalam lautan ke-Maha-Besaran-Nya dan ke-Maha-Muliaan-Nya.</p>
<p>Sirna diri yang hina dalam lautan ke-Maha-Besaran-Nya dan ke-Maha-Muliaan-Nya. Sepintas kilas mata memandang akan tampak sebagai orang mendapat kedudukan termulia di sisi-Nya. Padahal kemuliaan yang terpandang itu adalah laksana orang yang mengenakan pakaian pada badannya. Di balik pakaian terdapat unsur-unsur yang sangat memalukan.<br />
<span id="more-29"></span></p>
<div align="right">اِنَّ فِى خَلْقِ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآياَتِ لأُوْلِى اْلأَلْباَبِ</div>
<p>“Sesungguhnya dalam pernciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal cerdik,” (QS. Ali ‘Imran (3) : 190)</p>
<div align="right">الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلىَ جُنُوْبِهِمْ وَبَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّموَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هذَا بطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</div>
<p>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan (bertafakkur) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran (3) : 191)</p>
<p>Demikianlah itulah semesta khususnya tanaman, saat demi saat senantiasa memancarkan keindahan Asma Allah. Meskipun ada tangan-tangan serakah yang hendak menodai keindahan yang sedang dipancarkan oleh tanaman, bagi tanaman tidak dipedulikan. Di balik keindahan Asma Allah yang ditampilkan oleh tanaman sebenarnya sedang berlangsung proses lenyapnya tanaman. Bagi manusia yang melihat dengan mata kepala, keindahan yang sedang ditampilkan oleh alam akan terpandang sebagai keindahan alam itu sendiri.</p>
<p>Padahal di balik keindahan-keindahan yang dipancarkan oleh semesta khususnya tanaman, di sanalah terwujudnya aktivitas kebangkitan demi kebangkitan yang dilakukan oleh semesta, khususnya tanaman adalah setiap terjadi kelayuan dan kekeringan pada daun, lebih baik memilih mencampakkan semua kelayuan atau kekeringan yang tersandang. Meskipun sesaat tampak tidak ada keaktifan yang sedang dilangsungkan oleh tanaman, namun setelah kelayuan atau kekeringan daun berhasil digugurkan, barulah kemudian secara bertahap sang tanaman bangkit mengeluarkan daun-daun baru memberikan kesegaran dalam arti lebih muda.</p>
<p>Di balik proses alam, khususnya tanaman yang bersikap meninggalkan kehidupan tua layu dan kering, kemudian memproses diri mempersiapkan daun muda yang segar, merupakan suatu isyarat tajam yang diarahkan kepada manusia: “bahwasanya pola lama yang tidak bisa menghidupkan suatu kesegaran baru dalam suatu kehidupan, lebih baik dikorbankan dalam arti dibiarkan”. Proses selanjutnya mempersiapkan tunas-tunas baru untuk kebangkitan yang lebih segar. Hal demikian ini telah digambarkan Ibrahim A.S. dalam serentetan peristiwa. Pengorbanan Ismail A.S. sebenarnya terkandung maksud bahwa untuk mewujudkan kebangkitan ada di pundak pemuda-pemuda selaku tunas bangsa. Pemuda tidak asal pemuda (dalam arti hanya usianya saja yang terpandang muda).</p>
<p>Tetapi pemuda yang dimaksud adalah pemuda yang telah bersedia sejak usia dini membuang atau melepas habis seluruh sifat kebinatangan. Karena untuk mewujudkan suasana kebangkitan hidup terpadu harus bersih dari sifat kebinatangan. Sebagai bahan renungan untuk dijawab dalam diri masing-masing ialah bila seseorang sedang menabur benih dalam suatu ladang, kemudian benih itu tampak mulai bersemi, “dapatkah benih yang mulai bersemi itu tumbuh dengan baik sementara di dalam ladang masih banyak terdapat hewan pemakan daun, seperti kambing dan sapi?” sedangkan yang namanya hewan kambing dan sapi paling suka dengan tanaman yang baru saja mulai bersemi. Berarti agar benih tanaman dapat tumbuh dengan baik menciptakan suasana segar, hewan-hewan seperti kambing dan sapi harus dikorbankan dalam arti harus dikeluarkan dari kebun tersebut. Demikian itulah maksud dikorbankannya sifat kebinatangan pada jiwa seorang pemuda yang akan mengadakan kebangkitan hidup terpadu.</p>
<p>Dengan demikian terjawablah sudah, mengapa ‘Iedul Adha dikatakan sebagai hari raya besar bagi ummat Islam? Karena di dalam ‘Iedul Adha mengandung suatu himbauan khususnya terarah pada kaum pemuda untuk senantiasa mengadakan gerakan kebangkitan yang bersifat terpadu. Jika kebangkitan terpadu dapat terwujud dalam suatu kehidupan ummat manusia, maka itulah kemenangan muthlaq. Dengan kebangkitan akan membawa KEHIDUPAN MENUJU JENJANG KESEMPURNAAN HIDUP DENGAN KEINDAHAN KEMAKMURAN YANG BERSAHAJA. Gambaran kehidupan demikian ini sungguh menjadi harapan dan cita-cita bagi segenap kehidupan bersemesta yang ulet mempertahankan keindahan Asma Allah. Bagaimanakah pendangan orang-orang yang melihat dengan mata hati di balik keindahan yang sedang ditampilkan oleh alam? Sebenarnya alam itu sendiri tidak “ada”.</p>
<p>Adapun dia (alam) terpandang “ada” dengan bukti keindahan yang sedang ditampilkan, namun keberadaannya sedang berada di balik keindahan Asma Allah. Dengan adanya kenyataan justru alam terus menerus mengadakan gerakan kebangkitan hidup terpadu, tampak-tampaknya nilai-nilai pelajaran yang terkandung di dalam Al Qur’an banyak disikapi oleh alam. Sementara manusia yang dicipta dengan kesempurnaan potensi diri, justru dari saat ke saat hanya kerusakan demi kerusakan yang dilangsungkan.</p>
<div align="right">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ</div>
<p>“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Ruum (30) : 41)</p>
<p>Sudah demikian rupa sikap alam melestarikan kebangkitan hidup. tetapi masih juga menjadi korban kebodohan manusia berfikir. Dengan kenyataan banyak kehidupan bersemesta menjadi korban kebodohan berfikir manusia akan memberikan suatu kesan mendalam bahwa manusia berbuat tidak menggunakan perhitungan tepat berguna.</p>
<p>Bagaimana perhitungan tepat berguna dapat dilakukan jika rasa syukur tidak mewarnai setiap langkah perbuatan manusia &#8230;.. اِنَّ اْلاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ Jika semesta mampu menyerap banyak akan keindahan Asma Allah seharusnya manusia selaku makhluq yang paling sempurna dicipta Allah akan lebih banyak menyerap sifat keindahan Asma Allah daripada kehidupan alam semesta, karena dirinya adalah selaku makhluq yang termulia di sisi Allah.</p>
<div align="right">وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِى ءَادَمَ وَحَمَلْنهُمْ فِى اْلبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنهُمْ مِنَ الطَّيِّبتِ وَفَضَّلْنهُمْ عَلىَ كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلاً</div>
<p>“dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluq yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Israa’ (17) : 70).</p>
<p><i>bersambung ke Jenjang kesempurnaan &#8230; 2</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=29&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/24/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenjang Kesempurnaan Hidup dengan Keindahan Kemakmuran Bersahaja 2</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/23/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-2/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/23/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 00:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah 'Idul Adha 2]]></category>
		<category><![CDATA[bersahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hajar as]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah 'idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[jenjang kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ibrahim a.s]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ismail a.s]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/23/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-2/</guid>
		<description><![CDATA[Namun kenyataannya, saat demi saat manusia lebih suka menenggelamkan diri di lautan kebodohan dan kehinaan. Diri manusia sudahlah hina masih ditambah dengan tutupan pakaian hina. Digambarkan laksana seseorang kotor berpenyakitan berpakaian compang-camping hanya akan menambah buruknya penglihatan pada orang tersebut. Maka salah satu maksud di balik gema takbir, tahlil dan tahmid yang terus berkumandang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=28&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Namun kenyataannya, saat demi saat manusia lebih suka menenggelamkan diri di lautan kebodohan dan kehinaan. Diri manusia sudahlah hina masih ditambah dengan tutupan pakaian hina. Digambarkan laksana seseorang kotor berpenyakitan berpakaian compang-camping hanya akan menambah buruknya penglihatan pada orang tersebut. Maka salah satu maksud di balik gema takbir, tahlil dan tahmid yang terus berkumandang di hari tasyrik merupakan <i><b>isyarat himbauan kepada manusia khususnya himbauan kepada kaum pemuda untuk bersegera bangkit melepaskan atau mengorbankan pakaian keburukan dan kebodohan yang cukup lama tersandang-lekat pada diri. Kemudian berganti dengan pakaian keindahan dan kecerdikan</b></i><b>. </b>Di dalam Al Qur’an telah dinyatakan: “seindah-indah pakaian adalah pakaian taqwa”. Salah satu ciri khas pakaian taqwa adalah <i>berhiaskan keindahan dan kecerdikan</i>. Belum bisa seseorang dikatakan berpakaian taqwa jika keindahan dan kecerdikan belum tampak pada sikap dirinya. Bagi manusia yang dirinya tenggelam di lautan ke-Maha-Besaran Allah dan ke-Maha-Muliaan Allah itulah mereka yang banyak menyerap sifat indah Asma Allah.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Semakin dalam rasa kasih Ilaahi terserap jauh hingga mencapai relung-relung hati paling dalam, semakin banyak pula rangkaian pengertian indah berhikmah seperti: “<i>semesta yang telah Ia Allah rentangkan dalam kesempurnaan yang nyata adalah untuk membawa tingkat kehidupan pada jenjang kesempurnaan martabat</i>”. </font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Tahoma"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">لَتَرْكَبُنَّ طَبَقاً عَنْ طَبَقٍ</font></font></font></p>
<p align="left" style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).” (QS. Al Insyiqaaq (84) : 19 )</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><span id="more-28"></span>Sebagaimana sifat Asma-Nya selaku Rabb Yang Maha Sempurna, yang berarti dari saat ke saat suasana kebangkitan terpadu harus diciptakan oleh manusia. Bukan sebaliknya suasana kerusakan demi kerusakan yang akhirnya menjurus pada kehancuran. Dalam hal ini manusialah yang telah ditetapkan selaku makhluq yang mampu menciptakan suasana kebangkitan terpadu dari saat ke saat sampai dapat diraih jenjang kesempurnaan hidup. pertanyaan: “<i>mengapa suasana kebangkitan terpadu dipercayakan kepada manusia</i>?” karena <i>manusialah selaku makhluq yang dicipta dengan potensi diri utuh dalam kesempurnaan</i>. Dengan adanya potensi diri utuh dalam kesempurnaan itulah yang akan dijadikan sebagi modal penunjang terciptanya suasana kebangkitan hidup terpadu. Sedangkan selaku makhluq yang memiliki sifat perusak dan suka membawa kehidupan pada jenjang kebodohan dan kehinaan, khususnya dalam hal memperdaya manusia, agar perbuatan senantiasa menjurus pada kerusakan dan kehancuran adalah <b>Iblis</b>. Ini bukan berarti keberadaan Iblis di tengah-tengah perbuatan manusia adalah untuk menyaingi manusia atau untuk memperdaya manusia. Tetapi justru untuk memperlihatkan kepada Iblis bahwa manusia itu tetap dalam posisi terunggul. Untuk membuktikan bahwa manusia berposisi terunggul adalah <i>dari hasil perbuatannya yang dari saat ke saat senantiasa menciptakan suasana kebangkitan hidup terpadu</i>.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Untuk mewujudkan kebangkitan hidup bersifat terpadu Allah telah menurunkan petunjuk-petunjuk-Nya melalui Al Qur’an dan Al Hadits. </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Hanya saja untuk menyerap petunjuk-petunjuk yang ada di dalam Al Qur’an dan Al Hadits memang memerlukan kehalusan rasa dan mata hati yang terbuka. Hendaknya disadari, petunjuk paling berbobot bersifat keilmuan murni terdapat di balik pengertian yang tersurat.</i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"> </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Sedangkan salah satu modal untuk menciptakan suasana kebangkitan hidup terpadu adalah keilmuan murni</i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">. Jika kehalusan rasa dan mata hati yang terbuka tidak dimiliki oleh seseorang, akan sulit baginya untuk menangkap pengertian yang ada di balik suratan Al Qur’an. Laksana akar tanaman yang mengalami kesulitan saat menyerap sari pati tanah yang dalam keadaan keras dan kering. Sebaliknya bila kehalusan rasa manusia dan mata hati terbuka dapat menyingkap pengertian di balik yang tersurat, maka wujud petunjuk yang diberikan langsung ke dalam hati sebagaimana yang tersirat dalam firman-Nya: “</font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>sesungguhnya Kami Allah akan menurunkan petunjuk ke dalam hati manusia</i></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">”, sifatnya adalah </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><u>Ilhamis</u></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">.</font></font></font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">مَا اَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ اِلاَّ بِاِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَه وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan idzin Allah; </i><i><b>Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya</b></i><i>. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Taghaabun (64) : 11)</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Dengan demikian keberadaan Al Qur’an dan Al Hadits adalah laksana sumur banyak mengandung mata-air mata-air. Semakin sering sumur ditimba, semakin jernih air yang diambil. Berarti dalam hal ini <i>keberadaan Al Qur’an dan Al Hadits diibaratkan laksana alat pancing bagi hati untuk mendapatkan petunjuk langsung dari Allah</i>. Sudah barang tentu bila setiap langkah perbuatan manusia disetir oleh petunjuk yang langsung masuk ke dalam hati, tidak akan pernah ada kehidupan di muka bumi ini dalam belenggu kegelapan dan kebodohan.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Tetapi fakta di tengah-tengah kehidupan manusia khususnya masyarakat Islam, keberadaan Al Qur’an dan Al Hadits tidak berhasil menjadikan hati manusia sebagai wadah tempat menerima langsung petunjuk dari Allah. Tampak-tampaknya Al Qur’an dan Al Hadits di dalam kehidupan khususnya ummat Islam hanya menjadi alat pengakuan diri. Sedang sikap prilaku ummat Islam sangat jauh dari yang digambarkan Al Qur’an. Berarti keberadaan Al Qur’an hanya diabaikan. </font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">وَقَالَ الرَّسُوْلُ يَارَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوْرًا</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Berkatalah Rasul: “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.” (QS. Al Furqaan (25) : 30)</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Bukti pengabaian terhadap Al Qur’an adalah sangat sedikit ummat Islam yang dapat menimba kandungan makna ayat Al Qur’an, khususnya yang bersifat keilmuan murni masih sangat langka sekali dalam kehidupan ummat Islam. <i><b>Dengan tidak terlahir keilmuan murni dalam kehidupan ummat Islam menunjukkan bahwa manusia khususnya ummat Islam belum terbebaskan dari kegelapan dan kebodohan buta.</b></i> Bagaimanapun hebatnya perwujudan ilmu bila tidak bersandarkan pada keilmuan murni bersifat Qur’ani, tetap saja akan terpandang sebagai keilmuan bodoh-membuta. Dikatakan keilmuan bodoh-membuta karena keilmuan diperoleh dengan cara meniru sebagaimana si burung beo menirukan percakapan manusia. Baru dikatakan keilmuan itu tidak bodoh-membuta, bila tidak bersikap meniru-niru apa yang sudah ada. Nyatalah sudah antara manusia khususnya ummat Islam dengan Al Qur’an sudah terjadi jurang pemisah yang sangat jauh dari contoh pelaksanaan yang dilakukan Rasulullah Muhammad S.A.W. Tampak-tampaknya dalam kehidupan ini yang harus diperangi adalah kebodohan-membuta, sedangkan untuk memerangi kebodohan membutuhkan suatu pengorbanan. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Pertanyaan lebih lanjut, “mengapa kebangkitan merupakan salah satu titik perhatian dalam kehidupan?” Karena Allah paling tidak menyukai terhadap hal-hal yang mengarah pada kerusakan</font></font><font face="Times New Roman, serif"> </font><font face="(normal text), Times New Roman, serif"></font><font face="Tahoma"><font face="Traditional Arabic"><font size="4">والله لا يحب المفسدين </font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">…</font></font></font><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">(…dan Allah tidak menykai orang-orang yang membuat kerusakan (QS. Al Maidah (5) : 64). Bila dalam kehidupan ini yang terjadi hanya kerusakan demi kerusakan, berarti jutaan manusia hanya terpuruk dalam lembah kebodohan dan kegelapan. Masih pula ditambah oleh belenggu rantai besi keburukan akhlaq. Padahal datangnya Islam di tengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk mengentaskan kehidupan manusia dari kebodohan dan kegelapan. Sebab jika manusia dibiarkan dalam lembah kebodohan dan kegelapan sama halnya manusia disejajarkan kedudukannya dengan Iblis. Padahal sejak awal penciptaan manusia, Allah telah memisahkan kehidupan Iblis dengan kehidupan manusia sejauh-jauhnya. Dengan pemisahan tersebut diharapkan agar manusia dapat beraktivitas mewujudkan kebangkitan hidup terpadu. Adapun selama melangsungkan aktivitas, Iblis masih juga berupaya untuk mengganggu. Allah pun telah memberikan jalan keluar yakni datanglah mengadu kepada Allah untuk memperoleh perlindungan. </font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">وَقُلْ رَبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيطِيْنِ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Dan katakahlah, “Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaithaan.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 97)</i></font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَحْضُرُوْنَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku, dari kedatangan mereka (syaithaan) kepadaku.” (QS. Al Mu’minuun ( 23) : 98)</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>bersambung ke jenjang kesempurnaan 3</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=28&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/23/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenjang Kesempurnaan Hidup dengan Keindahan Kemakmuran Bersahaja 3</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/22/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-3/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/22/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 23:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah 'Idul Adha 3]]></category>
		<category><![CDATA[bersahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hajar as]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah 'idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[ibrahim as]]></category>
		<category><![CDATA[ismail as]]></category>
		<category><![CDATA[jenjang kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemakmuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/22/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-3/</guid>
		<description><![CDATA[Tetapi kebanyakan sifat manusia lebih suka mencari perlindungan kepada sesama makhluq. Bila diperhatikan dengan seksama pada peristiwa Ibrahim A.S. hendak menyembelih Ismail A.S. yang kemudian Ismail A.S. diganti dengan seekor qibas, merupakan gambaran nyata bahwa kegelapan dan kebodohan buta yang ada dikorbankan dalam arti dibuang jauh dari dalam diri. Kegelapan dan kebodohan buta itu disimbolkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=26&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Tetapi kebanyakan sifat manusia lebih suka mencari perlindungan kepada sesama makhluq. Bila diperhatikan dengan seksama pada peristiwa Ibrahim A.S. hendak menyembelih Ismail A.S. yang kemudian Ismail A.S. diganti dengan seekor qibas, merupakan gambaran nyata bahwa <i>kegelapan dan kebodohan buta yang ada dikorbankan dalam arti dibuang jauh dari dalam diri</i>. Kegelapan dan kebodohan buta itu disimbolkan dengan seekor binatang yang dikorbankan sebagai ganti dari Ismail A.S. Memang binatanglah dalam hal ini yang mempunyai sifat bodoh karena tidak dilengkapi oleh potensi diri berupa aqal.</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Berarti yang membedakan manusia dengan binatang terletak pada aqal. Kapan aqal manusia tidak bisa berfungsi, maka gerak aktivitas yang dilakukan sama dengan binatang. Gambaran manusia yang meletakkan diri sama dengan binatang dalam firman Allah pun telah diisyaratkan bahkan telah dinyatakan, “serendah-rendah manusia adalah manusia yang tidak menggunakan aqal, karena derajat dirinya berada di bawah derajat binatang melata”.</font></font></p>
<p align="right" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">اِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِ عِنْدَ اللهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لاَ يَعْقِلُوْنَ</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak menggunakan aqal.” (QS. Al Anfaal (8) : 22)</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Sebenarnya bila dipandang dari segi kebijakan, bukanlah binatang yang harus dikorbankan pada setiap peristiwa ‘Iedul Adha. Tetapi Allah sangat menghargai manusia (selaku makhuq yang dicipta dalam keadaan) paling mulia, maka hewanlah yang dikorbankan. Adapun maksud Allah, hewan yang dikorbankan sebagai ganti diri manusia, hendaknya manusia dapat mengambil suatu pelajaran. Sebab hewan yang dikorbankan itu tidak pernah berbuat dosa kepada manusia. Justru sebaliknya banyak sekali memberi manfaat untuk kehidupan manusia. </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><span id="more-26"></span>Tetapi, pakaian utama bagi binatang adalah kebodohan yang tidak menggunakan aqal, dan aqal itu sendiri yang tidak ada pada binatang. Maka kebodohan itulah yang dikorbankan atau dibunuh oleh pisau-pisau bermata tajam. Dimaksudkan <i>“pisau-pisau bermata tajam”, </i>agar membunuh kebodohan tidak dengan setengah-setengah, harus dibunuh dengan sungguh-sungguh sampai ke akar-akarnya. Bila diperhatikan, sudah jutaan jumlah manusia dari saat ke saat melestarikan budaya menyembelih hewan qurban. Pertanyaan, <b>“sudahkah berhasil manusia membebaskan kehidupan ini dari belenggu kegelapan dan kebodohan?”</b></font></font></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;" dir="rtl"><font face="Traditional Arabic"><font size="5">اِنَّا عَرَضْناَ اْلاَمَانَةَ عَلىَ السَّموَاتِ وَاْلاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَحْمِلْنَهاَ وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><i>Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” (QS. Al Ahzaab (33) : 72)</i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><font color="#000000">Kegelapan dan kebodohan selamanya akan tetap membelenggu kehidupan semesta khususnya manusia bila kemurnian tauhid tidak berhasil ditegakkan dalam sikap hidup keseharian. Sebenarnya pada serentetan peristiwa Nabi Ibrahim A.S. yang kini dijadikan syariah ibadah haji sudah terangkai dengan jelas urutan-urutan pelaksanaan terhadap gerakan kebangkitan khususnya kebangkitan membebaskan kehidupan manusia dari belenggu kegelapan dan kebodohan-membuta. </font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><font color="#000000">Untuk mewujudkan kebangkitan bukan kebodohan-membuta yang mula pertama harus disembelih, tetapi </font><font color="#000000"><i><b>yang harus mewujud adalah menjadikan diri hidup bertauhid murni dalam keseharian</b></i></font><font color="#000000"><i>. </i></font><font color="#000000">Gambaran kemurnian tauhid dijelaskan pada peristiwa Ibrahim A.S. ketika meninggalkan istri dan anaknya di tengah-tengah gurun pasir yang tidak berkehidupan. Pasir kering kerontang di bawah sengatan matahari, di sanalah Hajar dan Ismail A.S. ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim A.S. Sikap yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S., bukanlah sikap ketidakpedualian atau sikap tidak mau tahu. Justru sikap demikian itulah tampak bagaimana Nabi Ibrahim A.S. mendidik jiwa istri dan anak agar tidak bergantung hidup pada suami, meskipun suami mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pertumbuhan rohani anak dan istri. </font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><font color="#000000">Nabi Ibrahim A.S. bermaksud dengan sikap meninggalkan anak dan istri di tengah-tengah padang pasir yang tidak berkehidupan, diharapkannya agar anak dan istri bisa hidup di bawah payung ketauhidan murni. Dengan ketauhidan murni tumbuhlah suatu pengertian bahwa hidup terbelenggu kegelapan dan kebodohan-membuta tidaklah tepat. Sehingga muncul kebulatan tekad untuk memotong rantai-rantai kebodohan-membuta yang telah lama membelenggunya.</font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Times New Roman, serif"><font size="3"><font color="#000000">Bukan saja rantai-rantai kegelapan dan kebodohan-membuta yang dapat dipotong oleh pisau-pisau tajam bertauhid murni, tetapi hal yang lebih penting lagi dari perwujudan hidup bertauhid murni adalah </font><font color="#000000"><i><b>lahirnya suatu keilmuan murni sebagai modal untuk pergerakan kebangkitan hidup terpadu. </b></i></font><font color="#000000">Dan sudah dibuktikan secara simbolis bahwa keilmuan murni mencuat dan lahir oleh ketauhidan murni akan menciptakan kebangkitan hidup bersemesta. Simbol dari keilmuan murni yang dilahirkan dari ketauhidan murni tampak pada peristiwa Hajar dan Ismail A.S. yang berhasil menemukan “mata air”. Sifat mata air yang telah ditemukan Hajar dan Ismail A.S. bersifat kekal dalam arti tidak mudah musnah dimakan masa. Bahkan dengan mata air yang telah ditemukan oleh Hajar dan Ismail A.S. muncul kebangkitan hidup terpadu sifatnya bersemesta. Simbol dari kebangkitan hidup terpadu yang dicuatkan oleh Hajar dan Ismail A.S. adalah sekitar daerah gurun pasir yang semula kering kerontang tanpa ada satupun kehidupan. Kini dengan cuatan mata air zam-zam menjadikan daerah tersebut hidup makmur tanpa satu pun bangsa yang dapat menjajahnya. Dengan demikian sifat keilmuan murni yang dilahirkan dari ketauhidan murni juga bersifat berkekalan dalam arti tidak mudah habis digali. Dalam kenyataan, kebangkitan terpadu sulit diwujudkan, itu pertanda tidak adanya ketauhidan murni dalam sikap hidup sehari-hari. Bagaimana kebangkitan terpadu dapat diwujudkan, jika modal keilmuan murni tidak diperoleh, padahal untuk memperoleh keilmuan murni dasarnya tentu bertauhid murni.</font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">‘<font face="Times New Roman, serif"><font size="3">Iedul Adha yang tiap tahun datang dalam kehidupan manusia tidak lain bertujuan membawa manusia untuk hidup bertauhid murni, yang melahirkan keilmuan murni. Sehingga muncul suatu kebangkitan terpadu, terpaparlah kehidupan makmur yang bersahaja. Semoga apa yang telah digambarkan atau dihimbaukan ‘Iedul Adha kiranya dapat memacu diri kita untuk mencuatkan suatu kebangkitan. Sehingga kehidupan layu yang lama membelenggu dan hampir menghantarkan kehidupan pada kehancuran, (karena kesulitan demi kesulitan terus menimpa kehidupan ini), dengan modal bertauhid murni kita songsong kebangkitan hidup terpadu. Berarti lepas pula dari kesulitan-kesulitan yang kian menghimpit dengan modal bertauhid murni dan berkeilmuan murni. Jika tauhid murni dan keilmuan murni tidak dapat diwujudkan, maka harapan untuk menyongsong kebangkitan dan melepaskan kehidupan dari kesulitan hanya tinggal khayalan. Harapan tidak lain tertuju kepada kalian wahai pemuda, di punggungmulah segala harapan akan adanya kebangkitan terpadu bersemesta dan kemakmuran bersahaja. Tegakkanlah panji-panji ketauhidan murni. <i><b>Bunuh habislah selimut kegelapan dan kebodohan-membuta yang ada pada sifat kebinatangan.</b></i></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=26&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/22/jenjang-kesempurnaan-hidup-dengan-keindahan-kemakmuran-bersahaja-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat Pengantar Keilmuan yang Haqiqi</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/05/sholat-pengantar-keilmuan-yang-haqiqi/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/05/sholat-pengantar-keilmuan-yang-haqiqi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri sholat orang yang hatinya bersih]]></category>
		<category><![CDATA[haqeqat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat dan hasilnya]]></category>
		<category><![CDATA[sholat ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[sholat pengantar keilmuan yang haqiqi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/05/sholat-pengantar-keilmuan-yang-haqiqi/</guid>
		<description><![CDATA[Sholat merupakan sarana penghubung manusia dengan Sang Pencipta. Adapun sifat tuangan sholat ialah dengan hati yang bersih murni, sehingga mencuatkan kesejukan dan kesegaran, karena akan dikelilingi seribu malaikat. Dengan sholat yang sungguh-sungguh manusia akan dibukakan segala sesuatu.   إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ “(Ingatlah), ketika kamu meomohon pertolongan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=24&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Sholat merupakan sarana penghubung manusia dengan Sang Pencipta. Adapun sifat tuangan sholat ialah dengan hati yang bersih murni, sehingga mencuatkan kesejukan dan kesegaran, karena akan dikelilingi seribu malaikat. Dengan sholat yang sungguh-sungguh manusia akan dibukakan segala sesuatu. </span><strong><span dir="rtl" style="color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ</span></strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:black;">“(Ingatlah), ketika kamu meomohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al Anfaal (8) : 9)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">وَكَذلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ اْلأَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَه عَلَيْكَ وَعَلى آلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلى أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْحَاقَ <sup>ج</sup> إن ربك عليم حكيم </span></strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:black;">“Dan demikianlah Rabbmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”<span>  </span>(QS. Yusuf (12) : 6)</span></em><strong><em><span dir="rtl" style="color:black;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-24"></span><span style="color:black;">Adapun ciri-ciri orang sholat yang hatinya bersih murni dengan mempunyai kelebutan dan kehalusan rasa. Malaikat akan memberikan singkapan-singkapan tentang keilmuan dengan mengalirkan keilmuan dari Allah sehingga segala sesuatu diketahui dengan jelas tegas dan pasti dari berbagai masalah yang cukup setimbang sempurna karena terkait langsung dengan Robb.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Dengan demikian sholat dan keilmuan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan titik tumpu penerima getaran Illahiyah. Untuk memperoleh getaran keilmuan Illaahiyah jika hati senantiasa berhiaskan Asmaul Husna dengan tampilan lemah lembut dan menjadikannya manusia itu tumbuh berkembang bebas aktif tanpa ada keterikatan dengan makhluk apapun, kecuali hanya Allah semata dengan demikian manusia seperti itu yang dikatakan meraih kemenangan dengan penuh kesetimbangan. </span><strong><span dir="rtl" style="color:black;"> </span></strong></p>
<p align="left"><span style="color:black;">Pada hakekatnya diperintahkan untuk menegakkan sholat adalah keta’atan semata bukan untuk memenuhi nafsu belaka, tetapi </span><strong><span style="color:black;">untuk mempererat hubungan antara makhluq yang dicipta dengan Penciptanya.</span></strong><span dir="ltr" style="color:black;"> Dengan menjalankan ketaatan, otomatis akan memperoleh hasil yang nyata.</span><br />
<span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">اتْلُ مَا أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلوة إِنَّ الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ </span></strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:black;">“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”<span>  </span>(QS. Al Ankabuut (29) : 45)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Penyebab manusia terhambat meraih kemenangan karena dalam diri dipengaruhi oleh nafsu kebinatangan atau nafsu tercela. Anjing misalnya mulutnya najis yang memakan makanan di tempat yang kotor atau sampah. Anjing justru bangga dengan sampah. <em>Anjing adalah tamsil nafsu serakah manusia yang menolak Al Qur’an dan memilih jalan kesesatan</em> (QS. 7 : 176)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلكِنَّه أَخْلَدَ إِلَى اْلأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثُلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِآياَتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّكُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ </span></strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:black;">“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”<span>  </span>(QS. 7 : 176)</span></em></p>
<p align="left"><span style="color:black;">Dengan pribadi terpisah dari nafsu terpuji sehingga ke </span><span style="color:black;">lima</span><span dir="ltr" style="color:black;"> potensi diri manusia yaitu ruh, rasa, hati, aqal, nafsu menjadi mati, yang menyebabkan manusia terhalang untuk mendapatkan keilmuan Illaahiyah. Karena keilmuan Illaahiyah hanya akan diberikan kepada manusia siapa saja yang memiliki nafsu terpuji, yaitu para hamba Allah yang sejati.</span><br />
<span dir="ltr" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr" style="color:black;"><span> </span></span><strong><span style="color:black;">فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِناَ آتَيْناَهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْناَهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْْمًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”<span>  </span>(QS. 18 : 65)</span></em><strong><span dir="rtl" style="color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Dengan nafsu terpuji, yakni hidup dengan mengambil suri teladan akhlaq Rasulullah S.A.W.(sebagai (<em>Rahmatan Lillalamin</em>), maka potensi </span><span style="color:black;">lima</span><span style="color:black;"> titik dibawa naik menuju puncak persaksian nyata (dilingkungan ruang hening) menjemput kebenaran mutlaq, yaitu keilmuan sehat setimbang (meliputi keilmuan titik) sebagai penjaga, pelestari kesetimbangan semesta (<em>Rahmatan Lillalamin).</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Setelah diperolehnya keilmuan sehat setimbang, maka akan memutar kehidupan potensi ketenangan setimbang di lingkungan terbuka, maka terusirlah pusat keilmuan curang yaitu keilmuan yang hanya pemenuhan kebutuhan hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=24&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/05/sholat-pengantar-keilmuan-yang-haqiqi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik Manusia Jangkrik</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/03/mendidik-manusia-jangkrik/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/03/mendidik-manusia-jangkrik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 12:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[manusia jangkrik]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[berpegang erat]]></category>
		<category><![CDATA[jangkrik]]></category>
		<category><![CDATA[kemunafikan]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>
		<category><![CDATA[lumut hati]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[memberontak]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[sia-sia]]></category>
		<category><![CDATA[tali allah]]></category>
		<category><![CDATA[tunduk patuh bertakwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/03/mendidik-manusia-jangkrik/</guid>
		<description><![CDATA[إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنّهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتبِ أُوْلئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ  “Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila&#8217;nati Allah dan dila&#8217;nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=23&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنّهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتبِ أُوْلئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ</span></strong><span style="color:black;"><span>  </span></span><strong><span style="color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila&#8217;nati Allah dan dila&#8217;nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela&#8217;nat.” (QS. Al Baqarah (2) : 159 )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Al Qur’an adalah petunjuk, bukan sekedar pengetahuan. Namun untuk disikapi, untuk memupuk ketakwaan, hidup di jalan Allah dengan penjelasan yang terang. Singkatnya, untuk meredam gejolak, untuk ditegakkan bersama Allah dalam diri dan lingkungan. </span><strong><span style="color:black;">Membacanya ialah menerapkannya dalam kehidupan</span></strong><span style="color:black;">: </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Bacalah dengan nama Rabbmu yang Menciptakan”. (QS. Al ‘Alaq (96) : 1)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Tapi jangankan menegakkan dalam lingkungan, dalam diri saja sudah amat berat. Berat untuk si nafsu. Memang, satu-dua kali tersentuh oleh firman-Nya, haru hati oleh kemaha-muliaan-Nya; seolah nafsu luruh sebagai terompah, bertekad hijrah menuju Illahi, simpuh bersujud sebagai tanda keimanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">فَآمَنَ لَهُ لُوْطٌ وَقَالَ إِنِّى مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّى</span></strong><span id="more-23"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Maka telah berimanlah Luth dan ia berkata : &#8220;Sesungguhnya aku akan berhijrah kepada Rabbku ………”. (QS. Al Ankabuut (29) : 26)</span></em><em><span dir="rtl" style="color:black;"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Namun, lebih sering nafsu sudah memberontak kesakitan bila menginjak kerikil kecil! Begitulah, diri tak kunjung lurus terpimpin oleh-Nya. Apa boleh buat, ternyata kesadaran itu masih bertopeng dan berjubah kemunafikan!</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلىَ اْلإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَئَا بِجَانِبِهِ وَإِذاَ مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوْسًا </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Dan apabila Kami beri ni’mat kepada manusia berpalinglah ia; dan ia menjauhkan dirinya,; dan apabila kesusahan menimpanya berputusasalah ia.”<span>  </span>(QS. Al Israa (17) : 83)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:black;">Manusia Jangkrik.</span></em></strong><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Jangkrik bersuara nyaring, seperti tak inginkan saingan. Malah, bila bertemu sejenisnya, tak jarang jangkrik beradu kepala. Yang lebih keras kepala, dialah sang jagoan! Sungguh sayang, nasib si jangkrik jagoan umumnya berakhir di kerangkeng aduan milik bocah-bocah kampung. Di kerangkeng bambu itu, nasibnya amatlah mengenaskan; kalau bukan dikilik supaya mengerik, ia dikilik untuk beradu kepala! Akibatnya; kaki patah atau sungut antenanyalah yang putus. Jangkrik yang pongah nampaknya hidup sia-sia.</span><span dir="rtl" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:black;">Sia-sia, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Karena manusia dicipta-Nya bukan sekedar menyuarakan ilmu teori tanpa bukti nyata kemakmuran ruhani jasmani. Juga bukan untuk bicara tanpa hakekat kebenaran atau untuk beradu argumentasi akal kepala. Manusia telah dibekali-Nya dengan potensi diri yang tertata rapi. Lurus kokoh-kuat-indah potensi fitri manusia: ruh, rasa-akal hati dan nafsu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Rasa-akal-hati berpilin sempurna, mengendali manusia. Ruh adalah titisan kesucian-Nya; hati pengambil keputusan perbuatan, sedangkan nafsu-logika sekedar pelaksana. Hati yang tegak kepada Illahi adalah tahta-Nya, berfungsi meneruskan getaran illahiah, bukti nyata adanya tali hubung kasih dan cinta antara Allah dan hamba. Getaran Illahiah itulah tali Allah penyelamat hidup manusia. Getaran itulah yang seharusnya ditangkap oleh “antena” hati, wadah akal fitrah. Kondisi fitrah setiap manusia itu tercapai bila ia <strong>menyediakan hatinya sebagai tahta Illahi</strong>, dan itulah kondisi manusia khalifah; </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى اْلأَرْضِ خَلِيْفَةً</span></strong><strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;">“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: &#8220;Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ……”. (QS. Al Baqarah (2) : 30)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="color:black;">Jelas bahwa manusia yang kembali fitrah bukanlah sejenis dengan manusia jangkrik yang senang adu kekerasan logika akal-kepala, bukan pula yang menganggap diri dapat mengatasi semua persoalan hidup. Ia adalah yang tergantung mutlak kepada Rabbnya, karena sadar siapa Yang Maha Mengetahi keselamatan hidupnya. <strong>Ia selamat justru karena hanya berpegang erat pada tali Allah. </strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Manusia jangkrik mulai ingin tunduk-patuh, bertakwa. Ia mulai bertekad tak mau lagi bermaksiat hati dengan mengandalkan ilmu diri, yang terbukti hanya menyakitkan kepala dan mematahkan antena! Pening kepala karena ilmu diri tak dapat menjawab hidup hakiki. Ia mulai bertekad mendekat kepada Rabbnya. Dia Allah pun menganugerahkan segalanya; kebersamaan dengan-Nya sebagai ganti ketenaran diri, kasih-sayang-Nya indah tak terbandingkan, oleh kasih ibu manapun. Manusia jangkrik tersenyum, mulai penuh harap dan optimis menghadapi hidup. mulai terbuka akal-hatinya bahwa yang lebih berguna untuk membebaskan diri bukan sayap luarnya yang keras, namun yang bagian dalam! Sayap halus hatinyalah yang mengantarnya jumpa kedamain dan kebenaran hakiki. Mengiringi kedamaian ruh untuk jumpa kembali Rabbnya! Bersaksi kembali kepada-Nya seperti di alam ruh. </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"></span><strong><span style="color:black;"><span dir="rtl"></span>&#8230;&#8230;. أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ<span>  </span>قَالُوْا بَلىَ شَهِدْنَآ &#8230;&#8230;</span></strong><strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;">“Bukankah Aku Rabb kalian?” Mereka berkata: “Ya betul, kami menyaksikan ……” (QS. Al A’araaf (7) : 172)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:black;">Lumut hati.</span></em></strong><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Memang, sungguh berbeda teori dan kenyataan. Ketika Dia Allah seakan berlari menyambut si hamba yang baru selangkah hendak mendekat pada-Nya, seolah dengan santun, Dia Allah pelan-pelan hendak memberi bukti bahwa yang dicintai <em>Manusia Jangkrik</em> tak ada guna. Menjeritlah si <em>Manusia Jangkrik</em> hendak berpisah dengan kesia-siaan gelanggang adu kesombongan ilmu suara tanpa bukti nyata. Diri tak rela kehilangan kebanggaan. Makin tebal lumut hati oleh manisnya penghargaan ilmu-ilmu bunyi-nyaring-jangkrik tanpa hakekat, makin terasa sakit bagi si hamba. </span><span dir="rtl" style="color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="color:black;">Maksud baik Dia Allah hendak memberi bukti dan kemudian mengganti ilmu diri dengan ilmu hakiki, disambut si hamba dengan keluhan! Tak rela berpisah dengan penghargaan-pengakuan dari lingkungan! Dihargai dan diakui memang ni’mat. Tapi sesungguhnya itulah hijab pemisah hati dan Rabbnya. Tak disadari, itulah maksiatnya hati terhadap Al ‘Aliim. Tak sadari, itu pula jalan Fir’aun; merasa mengetahui segala, seolah ilmunya menguasai alam. Bermegah-megah dalam puncak kesombongan keilmuan, tak sadar telah mendustai kebenaran hakiki yang dibawa oleh Rasul-Nya;<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">أَمْ أَنَاْ خَيْرٌ مِنْ هذَا الَّذِى هُوَ مَهِيْنٌ وَلاَ يَكَادُ يُبِيْنُ </span></strong><strong><span dir="ltr" style="color:black;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:black;">“Bahkan bukankah aku lebih baik daripada orang ini yang hina dan hampir tak bisa menerangkan (kebenarannya)?”<span>  </span>(QS. Az Zukhruf (43) : 52)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" style="color:black;">Manusia jangkrik menyesal termangu memandangi hati yang penuh Lumpur dan lumut kesombongan. Tersentak ia oleh suara halus nuraninya; patutkah kau beradu kepandaian dengan Dia Allah Yang Maha Mengetahui, yang justru hendak mengajarimu? Padahal Dia Allah hanya akan menempati hati yang telah pantas menjadi tahta-Nya, yang kosong bersih hanya terisi cermin sifat asma-Nya Yang Maha Indah<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Di hatilah Allah akan memudahkan pemahaman ilmu-ilmu qur’ani yang hakiki, bukan di logika,</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَه وَقُرءَانَهُ &#8230;&#8230;&#8230; ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Sesungguhnya mengumpulkannya dan membacanya itu adalah atas tanggungan Kami ……… Kemudian, atas tanggungan Kamilah penjelasannya.”<span>  </span>(QS. Al Qiyaamah (75) : 17 dan 19)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:black;">Giling Tebu, Taubat Nafsu. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Andaikata sang jangkrik makhluq berakal-budi, ia sebenarnya dapat belajar dari tanah tegalan tempat orang menanam tebu. Kulit tebu dan sayap jangkrik, keduanya sama-sama keras. Kulit tebupun ada yang hitam seperti sayap luar jangkrik. Tapi, tebu bermanfaat untuk manusia. Kulit dipecah, serat digiling, air disuling dan diproses mengkristal. Manusia berubah seperti putih-manisnya kristal-kristal gula, karena tertatanya kembali susunan rapi semua potensi diri. Rasa-akal-hatinya sekedar sebagai buluh penyalur getaran Illahiah dan air ruhani yang menetas, pembuat sejuk dan subur lingkungan. Membuat tunas keimanan dan keilmuan tumbuh kokoh dan tegak lurus ke<span>    </span>arah baik-benar-indah menurut ukuran Allah.</span><span dir="rtl" style="color:black;"></span></p>
<p align="left"><span style="color:black;">Manusia jangkrik merenung makna kekhalifahan diri. Betapa bahagia jika memfitrah kembali seperti itu, menjadi manusia yang memang dicipta-Nya menjadi khalifah. Bertaubat, adalah menjadi tebu, siap digiling; jera diri mengembara di daerah angkara kepalsuan nafsu. Bertaubatnya adalah pertanda bahwa diri tak lagi mau bermaksiat hati, tak mau lagi tak mengesakan Allah! Tunduknya nafsu, meskipun sakit, sesungguhnya adalah rahmat. Itulah awal dari tegaknya Al Qur’an dan perbaikan dalam diri. Dan bertaubat bukanlah dunia teori, tak cukup hanya berkata kosong. </span><strong><span dir="ltr" style="color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="color:black;">إِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَأَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَأُوْلئِكَ أَتُوْبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="ltr"></span><em><span style="color:black;"><span dir="ltr"></span>“Kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka mereka Itulah yang Aku ampuni dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.”<span>  </span>(QS. Al Baqarah (2) : 6)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=23&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/12/03/mendidik-manusia-jangkrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjangkau Hidup Benar dengan Akhlaq Indah Terpuji</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/28/menjangkau-hidup-benar-dengan-akhlaq-indah-terpuji/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/28/menjangkau-hidup-benar-dengan-akhlaq-indah-terpuji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 01:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq indah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[benar]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[menjangkau]]></category>
		<category><![CDATA[terpuji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/28/menjangkau-hidup-benar-dengan-akhlaq-indah-terpuji/</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaithan, maka sesungguhnya syaithan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, TETAPI ALLAH MEMBERSIHKAN SIAPA YANG [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=22&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span></span><span class="GramE">“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan.</span> <span class="GramE">Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaithan, maka sesungguhnya syaithan itu <strong>menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar</strong>.</span> <span class="GramE">Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, TETAPI ALLAH MEMBERSIHKAN SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA.</span> <span class="GramE">Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</span> (QS. An Nuur (24<span class="GramE">) :</span> 21)</em></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Setiap manusia mendambakan arahan perjalanan hidup yang serba pasti dan jelas, yang bagi ummat Islam arahan perjalanan hidup yang serba pasti dan jelas itu ialah Al Qu’an.</span> <span class="GramE">Beratnya langkah untuk hidup secara pasti dan jelas ialah karena langkah manusia dikencongkan oleh syaithan.</span> <span class="GramE">Makin terbelok-terbujuk manusia, makin tebal kerak dosanya.</span> <span class="GramE">Bila diibaratkan, maka perjalanan manusia memikul dosa ibarat seekor unta yang berjalan timik-timik, menyeberang lautan pasir luas tanpa batas, mencari tujuan akhir hidupnya tanpa kepastian dan kejelasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-22"></span><span class="GramE">Maka dengan penuh rasa hiba melihat manusia yang sungguh berat memikul beban dosa, Allah menyeru sekalian manusia para hamba-Nya untuk hidup bebas dari beban dosa, artinya untuk hidup benar dengan akhlaq indah terpuji.</span> <span class="GramE">Seruan itu, dalam Al Qur’an diungkapkan dengan kata seru: “<strong>Wahai</strong>”.</span> Pertanyaannya, tidakkah manusia khususnya ummat Islam memperhatikan bagaimana <span class="GramE">cara</span> Allah menyeru kepada manusia? Bila manusia khususnya ummat Islam jeli memperhatikan dengan “rasa indah” di dalam firman-Nya, baik dari segi kata, bahasa maupun intonasi/nada kata, akan dirasakan “<strong><em>adanya getar jalinan kelembutan dan keakraban Allah dengan manusia</em>”. </strong></p>
<p class="MsoNormal">Maksud dialirkan getar kelembutan dan keakraban-Nya dalam menyeru manusia, tidak lain untuk memancing kesadaran manusia, bahwasanya bagaimanapun dan siapa pun manusianya tidak <span class="GramE">akan</span> dapat melepaskan dirinya dari Allah, disebabkan ALLAH SELALU MENGAKRABKAN DIRI DENGAN MANUSIA. <span class="GramE">Meskipun manusia berusaha membuat jarak dengan Allah, Allah tetap menyeru dengan bahasa dan kata yang mengandung kelembutan dan keakraban.</span> <span class="GramE">Inilah yang menjadikan manusia sulit melepaskan diri dari Allah.</span> Dalam hal ini <span class="GramE">cara</span> Allah menyeru manusia dibagi dalam beberapa kelompok disesuaikan dengan tingkat keyakinan. Melalui <span class="GramE">cara</span> Allah dalam menyeru manusia ini saja, jika manusia khususnya ummat Islam mau mengambil pelajaran berhikmah, maka tampaklah di dalamnya kandungan pelajaran “<strong>cara mendidik dan membina akhlaq yang indah</strong>”.</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Sebab siapa pun kelompok dan tingkat keyaqinan manusia, menyeru manusia dengan sebutan kata “Wahai”.</span> <span class="GramE">Pada kata “Wahai” inilah terdapat getar kelembutan dan keakraban antara Allah selaku Pencipta dengan manusia selaku yang dicipta.</span> Demikianlah <span class="GramE">cara</span> Allah menghargai ciptaan-Nya. <span class="GramE">Selagi Allah selaku Pencipta masih saja bersikap menghargai ciptaan, anehnya mengapa manusia selaku sesama ciptaan tidak saling menghargai, bahkan sebaliknya saling mencerca dan mencela?</span> Seruan Allah terhadap manusia berdasarkan kelompok yang disesuaikan dengan tingkat keyaqinan di antaranya adalah: “Wahai Rasul”, “Wahai Nabi”, “Wahai Manusia”, atau seperti pada awal ayat di atas “Wahai orang-orang beriman”, “Wahai orang-orang kafir”, “Wahai Bani Isra’il”, “Wahai orang-orang munafiq”, “Wahai ahli kitab”, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal">Demikianlah, Allah memanggil hamba-Nya semata-mata karena kemurahan dan kasih-Nya, sedangkan bagi manusia, seseorang yang dipanggil oleh atasannya, biasanya karena <span class="GramE">akan</span> diberi penghargaan. <span class="GramE">Misalnya, seorang presiden yang memanggil salah seorang warganya untuk diberi penghargaan berbentuk tanda jasa karena memang telah nyata jasanya bagi negara dan bangsa.</span> <span class="GramE">Namun bagi Allah, Dia memanggil para hamba-Nya bukan karena kebaikan atau keburukan si manusia tetapi semata-mata karena belas kasih dan hiba-Nya.</span> <span class="GramE">Maksudnya, <strong>“<em>Allah akan tetap memberikan pertolongan-Nya tanpa didahului permintaan si hamba</em>”.</strong></span><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Allah tak menunggu si hamba memohon dengan penuh harap, kejujuran dan ketulusan.</span> Meskipun si hamba belum memohon-meratap dengan penuh sungguh dan harap, jujur disertai ketulusan hati, <span class="GramE">Allah tetap mengulurkan tali pertolongan-Nya</span>. <span class="GramE">Maka sudah sepatutnya bila manusia khususnya ummat Islam mensyukuri tali pertolongan Allah itu.</span> Pertanyaannya<span class="GramE">,<span>  </span>bagaimana</span> cara mensyukurinya?</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Yang banyak dilupakan oleh ummat Islam ialah mengkaji kandungan makna keilmuan yang ada di dalam Al Qur’an.</span> <span class="GramE">Pernahkah ayat-ayat Al Qur’an itu diperhatikan dengan seksama, dan lanjut dengan memohon secara sungguh-sungguh agar Allah memudahkan untuk memahami, mengerti dan menyikapi petunjuk arah perjalanan hidup itu?</span></p>
<p class="MsoNormal">Pernahkah direnungkan mendalam kata demi kata, dalam ayat-ayat, surah-surah, bagian-bagian Al Qur’an (‘juz’), pada segi persoalan <span class="GramE">apa</span> Allah menolong si hamba?</p>
<p class="MsoNormal">Pada ayat-ayat dengan kata seru “Wahai” (<em>harfun <span class="GramE">nidaa’ <span style="font-size:14pt;"><span> </span></span><span dir="rtl" style="font-size:14pt;font-style:normal;">ي</span></span></em><span dir="rtl" style="font-size:14pt;">َآ</span><span dir="ltr"></span><em><span style="font-size:14pt;"><span dir="ltr"></span> )</span></em><span style="font-size:14pt;"> </span>itulah antara lain, terdapat bukti nyata pertolongan Allah bagi si hamba. <span class="GramE">Terasa betul bagaimana belas-kasih Allah kepada si hamba.</span> Apabila dalam juz tertentu si hamba diseru Allah dengan “Wahai orang beriman”, seakan tersirat suatu makna bahwa Allah menghendaki si hamba makin tumbuh kokoh keimanannya. <span class="GramE">Seperti misalnya pada ayat pembuka di atas.</span> (QS. An Nuur (24<span class="GramE">) :</span> 21), manusia beriman diseru untuk mewaspadai bujukan-bujukan syaithan dan diingatkan bahwa <em>bujukan-bujukan syaithan itu hanya mengajak kepada perbuatan sesat dan sifat tercela. </em>Dengan <span class="GramE">cara</span> mencermati demikian itulah, muncul sedikit demi sedikit rasa syukur dalam diri si hamba. <span class="GramE">Artinya, Allah menggerakkan di hamba untuk mensyukuri petunjuk dari sisi-Nya yaitu Al Qur’an.</span> Jika ayat demi ayat diresapi, <span class="GramE">akan</span> terasa benar bahwa maksud Allah menurunkan Al Qur’an ialah mengulurkan tali pertolongan bagi ummat manusia yang ada dalam kubangan lumpur dosa dan kesesatan.</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Dan bagi tiap pribadi, Allah mengulurkan tali pertolongan itu tanpa didahului permintaan si hamba.</span> <span class="GramE">Bukankah Al Qur’an dan Rasul-rasul pun diturunkan tanpa pernah ada permintaan dari ummat manusia?</span> Dengan <span class="GramE">cara</span> mengkaji dengan mendalam seperti itu, akan terasalah bahwa Allah tetap akan menolong si hamba semata-mata karena Allah melihat perjalanan hidup si hamba terbebani sangat berat oleh dosa. Khususnya, <strong><em>Allah sangat hiba melihat perjalanan hidup si hamba terbebani sangat berat oleh dosa dalam rangka menselaraskan kehendak dirinya, yang dimunculkan si hamba dalam bentuk kegiatan hidup dan kehidupannya, <span class="GramE">agar selaras dengan kehendak-Nya</span>. </em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Namun meskipun Allah hendak menolong para hamba-Nya, Allah tetap menunggu kesadaran dan jihad si hamba keluar dari kubangan dosa.</span> Banyak ummat Islam yang telah berupaya dengan penuh kesungguhan untuk keluar dari kubangan dosa dan sifat tercela, namun sayangnya, tak semuanya mengetahui dengan pasti dan jelas, <span class="GramE">apa</span> yang menghambat upaya mereka. <span class="GramE">Di sinilah Al Qur’an menunjukkan jalan.</span> Dalam setiap juz tertentu terdapatlah secara sangat jelas, dalam hal <span class="GramE">apa</span> sebenarnya manusia terbebani, yaitu apabila isi kandungan ayat dimana Allah menyeru dengan <strong>“Wahai” </strong>terasa berat untuk dilaksanakan. <span class="GramE">Pada persoalan yang ditunjukkan oleh isi kandungan ayat itulah sebetulnya Allah hendak menolong, tetapi, si hamba terbebani sangat berat oleh keadaan dirinya sendiri.</span> <span class="GramE">Itulah tujuan mengkaji dan menggali dan mensikapi kandungan makna keilmuan Al Qur’an dengan mencermati secara mendalam dan penuh seksama ayat demi ayat dan kata demi kata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Selanjutnya, tentu muncul pertanyaan: sebetulnya, apakah beban yang sangat berat itu?</span> <span class="GramE">Beban itu ialah kegiatan “<strong>mendongkel iblis dalam diri</strong>”.</span> <span class="GramE">Maksudnya ialah “<strong>mendongkel sifat-sifat tercela, sifat kebinatangan atau sifat iblisiyah yang ada dalam diri sendiri</strong>”.</span> <span class="GramE">Karena iblis hanya dapat memboncengi sifat tercela.</span> Sifat-sifat iblisiyah dalam diri itu misalnya:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Sombong,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Putus asa, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Tamak,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Iri,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Dengki,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Serakah</span></p>
<p class="MsoNormal">dan lain-lain yang sangat bisa jadi bukan muncul secara terang-terangan dalam ucap-sikap perilaku jasadiyah seperti <em>berpacaran</em> atau <em>korupsi</em>, namun yang banyak terjadi ialah sifat tercela yang lebih tersembunyi, yaitu sikap tercela bathiniyah yang keberadaannya “dibantu” dan dibenarkan oleh logika, misalnya sok gengsi karena merasa telah berilmu.</p>
<p class="MsoNormal">Keberadaan sifat-sifat itulah yang <span class="GramE">akan</span> ditunjukkan oleh isi kandungan ayat-ayat Al Qur’an, di mana Allah menyeru dengan seruan “Wahai”. Untuk setiap bagian Al Qur’an atau juz, ayat-ayat yang bermuatan seruan Allah itu sangat perlu untuk dicermati dengan seksama, jika kita bertekad bulat hendak “mendongkel” habis sifat-sifat tercela “tempat bersembunyi” atau “pintu masuk” iblis dalam diri.</p>
<p class="MsoNormal">Meskipun sifat tercela itu telah “didongkel” dalam arti, dengan pertolongan Allah semata, telah diupayakan untuk dihindari dan tidak lagi menjadi sandangan diri, namun masih saja ada “tanaman” iblis dalam diri, yaitu dalam bentuk sifat tercela yang lebih halus sifatnya, misalnya:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:21.3pt;text-indent:-21.3pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Selalu ragu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Selalu beranggapan berfikir secara mengira-ngira tanpa kepasti-jelasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Berangan-angan/berkhayal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr">Minta perhatian, penghargaan atau penghormatan atas prestasi-prestise-nya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Laksana tanaman benalu, begitulah “tanaman iblis” dalam bentuk sifat tercela dalam diri manusia.</span> <span class="GramE">Maka sesungguhnya, dengan mengkaji secara seksama Al Qur’an selaku petunjuk perjalanan hidup yang pasti dan jelas, ibarat kita memenuhi seruan Allah yang menghimbau para hamba-Nya untuk melaksanakan perjalanan melepaskan diri dan kehidupan dari lilitan benalu!</span> <span class="GramE">Maksudnya, untuk melepaskan diri dari sifat tercela iblisiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Manusia dihimbau untuk mewaspadai sifat tercela iblisiyah, karena umumnya seperti yang dapat disaksikan di kehidupan alam, tepat di saat benalu mendapatkan tempat hidup di tengah-tengah kehidupan tanaman lain atau di hati tanaman lain, maka di saat itu pulalah dalam waktu seketika saja benalu itu pun tiba-tiba telah berhasil berkembang dan meluas, bahkan keberadaan si benalu dapat menutupi, dalam arti menguasai seluruh jenis tanaman lain yang sudah ada sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Demikian itulah gerakan benalu sifat iblisiyah yang tercela.</span> Dalam secepat kilat dapat menguasai jantung-jantung kehidupan, membuat tanaman lain hanya terlongo-longo tak berdaya, <span class="GramE">apa</span> pun yang dimaui si benalu terpaksa tanaman lainnya, yiatu ruh, rasa, hati, dan aqal manusia harus mengikutinya.</p>
<p class="MsoNormal">Kini jenis tanaman lain tersebut yang semula menjadi penghuni di lahan sendiri tetapi sekarang jenis tanaman lain tersebut harus menjadi tamu di lahannya sendiri, yang semula jenis tanaman lainnya bebas mengatur pertumbuhannya kini untuk menghirup nafas saja sudah sangat sulit, karena setiap gerak nafasnya harus pula mengikuti apa-apa yang diperintahkan si benalu yang menempel pada sifat nafsu yang tercela.</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Demikian itulah nasib pertumbuhan ketenagaan ruh, rasa, hati dan aqal manusia yang sudah terlanjur memberikan kesempatan hidup bagi benalu sifat tercela iblisiyah dalam dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal">Dengan memahami, mengerti dan kemudian lanjut mensikapi ayat-ayat Al Qur’an sebagai arahan perjalanan hidup yang pasti dan jelas menuju hidup benar dengan akhlaq indah terpuji maka ketenagaan dalam diri manusia ruh, rasa, hati, aqal dan nafsunya akan tumbuh bebas berkembang sesuai dengan kefitrahannya.</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Ciri bila timbul benalu dalam diri adalah keadaan lelah-letih dalam jiwa, misalnya: <em>mengalami kejenuhan hidup, tak jelas membedakan yang haq dan yang bathil, bingung, nyaris putus asa, tak ada gairah perjuangan hidup, segan malas berbuat kebaikan</em>.</span> <span class="GramE">Keadaan kejiwaan tersebut menyebabkan ketenagaan yang tak selaras-lurus dengan kefitrahan, dan akhirnya muncul dalam jasad: lelah-letih pada bagian-bagian tubuh, atau bahkan gangguan kesehatan dan fungsi badan: di perut mual, kepala pusing, alat vital dan reproduksi, THT, dan lain-lain mengalami sakit atau tak normal fungsinya, yang sesungguhnya adalah pemunculan belaka dari ketidak-sehatan jiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Secara kandungan makna keilmuan, hal-hal tersebut pun sebenarnya telah dinampakkan oleh kata-kata dalam ayat-ayat Al Qur’an.</span> <span class="GramE">Kalam Ilaahi Al Qur’an berbukti-nyata menjelaskan segala sesuatu, sebagaimana firman-Nya: …</span></p>
<p class="MsoNormal"><em>“…Dan Kami turunkan Kitab (Al Qur’an) itu (untuk) menjelaskan segala sesuatu (QS. An Nahl (16<span class="GramE">) :</span> 89).</em></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Persoalannya terpulang kembali kepada kita ummat Islam; maukah mensyukuri ni’mat karunia Allah tersebut.</span> Dan maukah dengan kesungguhan berupaya, agar tidak termasuk ke dalam golongan yang telah disinyalir oleh Rasulullah S.A.W. dalam firman-Nya sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">“<em>Berkatalah Rasul: “Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan (tak dikaji dan disikapi dengan sungguh-sungguh)” (QS.</em></span><em> Al Furqaan (25<span class="GramE">) :</span> 30).</em></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE">Bukankah mausia mendambakan arahan perjalanan hidup yang serba pasti dan jelas, yang bagi ummat Islam arahan perjalanan hidup yang serba pasti dan jelas itu sudah tersedia, yaitu <strong>Al Qur’an</strong>?</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=22&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/28/menjangkau-hidup-benar-dengan-akhlaq-indah-terpuji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya Untuk Dikau</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/17/18/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/17/18/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 23:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[dikau]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[mengabdi]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/17/18/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Padahal mereka hanya disuruh mengabdi kepada Allah, mengikhlaskan agama bagi-Nya (mengharap ridha-Nya)&#8221; (QS. Al Bayyinah (98) : 5) &#8220;&#8230; Itulah Allah, Tuhanmu, Tidak ada Tuhan selain dari Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia&#8230;&#8221; (QS. Al An&#8217;aam (6) : 102) Di dalam rutinitas kehidupan kita sehari-hari sejak dini hari, pagi, siang, petang sampai malam hari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=18&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Padahal mereka hanya disuruh mengabdi kepada Allah, mengikhlaskan agama bagi-Nya (mengharap ridha-Nya)&#8221; (QS. Al Bayyinah (98) : 5) </em></p>
<p><em>&#8220;&#8230; Itulah Allah, Tuhanmu, Tidak ada Tuhan selain dari Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia&#8230;&#8221; (QS. Al An&#8217;aam (6) : 102)</em></p>
<p>Di dalam rutinitas kehidupan kita sehari-hari sejak dini hari, pagi, siang, petang sampai malam hari, apakah yang kita rasakan, apakah yang kita pikirkan dan apakah yang kita kerjakan? pernahkah kita renungkan ? kiranya perlu sejenak luangkan waktu untuk merenungkannya. Sebagian besar waktu kita gunakan untuk mencari sesuatu dalam rangka mencukupi kebutuhan.</p>
<p>Misalnya kebutuhan pangan, pakaian, tempat tinggal, kenyamanan, nama, pengakuan masyarakat sampai aktivitas yang bersifat rekreasi dan hiburan. Yang jelas semuanya itu sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan diri. Apakah diri sendiri, keluarga sendiri ataupun kelompok, lembaga dan golongan sendiri. <span id="more-18"></span>Bahkan adakalanya dalam pencaharian itu menempuh cara-cara yang melampaui batas (dholim). Apakah terhadap diri dengan memeras pikiran dan tenaga, ataupun terhadap keluarga, sesama teman, masyarakat dan semesta alam ini. Bila itu semua yang kita lakukan berarti diri terbelenggu terhadap keinginan diri/nafsu akan dunia beserta isinya.</p>
<p>Apa yang sebenarnya kita cari dalam kehidupan dunia ini ? Apakah sudah menjamin kehidupan selamat ataukah semuanya belum kita dapat ? Jika demikian, berarti perjalanan hidup ini belum pasti arah tujuannya. Itulah keadaan manusia dan alam jagat raya saat ini, berada dalam suasana terang tetapi gelap.</p>
<p>Terang karena gemerlapnya berbagai sajian dunia, yang membuat diri semakin terpukau dan terlena. Padahal yang nampaknya terang itu hanyalah terang semu. Hal ini disebabkan aktivitas hidup berpijak dan berpangkal dari keinginan nafsu yang tak berujung. Sedangkan gelap adalah tak jelasnya arah tujuan pandangan hidup.</p>
<p>Akan dibawa kemana kehidupan manusia dan alam semesta ini? Sajian dunia yang berpangkal dari nafsu/keinginan manusia melahirkan sajian yang merusak moral dan mental manusia dan tekhnologi canggih yang seringkali berdampak negatif kepada lingkungan alam semesta. Bila kita renungkan lebih lanjut, sudah benarkah sikap, jalan pikiran, rasa, dan pekerjaan/perbuatan kita?</p>
<p>Seharusnyalah kita bertanya pada hati nurani kita masing-masing. Memang sepintas pekerjaan ini adalah pekerjaan sia-sia yang tidak menghasilkan apa-apa. Bila pendapat ini kita turuti sehingga tak mau merenung sedikitpun, akan membawa kita terperosok ke jurang kesombongan dan kebodohan berakibat kesia-siaan dalam pencapaian hidup yang bersifat sementara di dunia dan kehidupan kekal di akherat.</p>
<p>Namun bila mau merenung untuk mencari jawab akan kita dapatkan hikmah pelajaran bagai secercah cahaya menuju kejelasan nyata.</p>
<p><em>Di tengah kegelapan kehidupan manusia</em></p>
<p><em>Hadir</em><em> secercah cahaya lentera</em></p>
<p><em>Membelah</em><em> kegelapan ke titik kejelasan nyata</em></p>
<p><em>Agar terangkat kehidupan manusia nan mulia</em></p>
<p>Lalu kemana kita harus mencari jawabannya?Bukankah semua yang ada pada diri kita yaitu Ruh, Rasa, Hati, Aqal, Nafsu dan tubuh adalah ciptaan dan pemberian pencipta yang Maha Kuasa, Maha Esa yaitu <strong>Allah Subhaanahu Wata&#8217;ala</strong>? Seharusnyalah kita bertanya kepada-Nya.</p>
<p>Apakah sudah benar yang kita lakukan, kita rasakan, kita pikirkan, baik aktivitas pemenuhan kebutuhan maupun ibadah ritual (sholat, puasa, zakat dan sebagainya). Marilah kita resapi firman-Nya seperti tersebut di atas. Dari firman di atas jelas bahwa manusia dicipta hanya diperintahkan untuk mengabdi kepada Allah.</p>
<p>Berarti semua aktivitas kita, baik pemenuhan kebutuhan amal-amal kita yang bukan ibadah ritual misalnya sikap, ucap, perbuatan keseharian mengurus anak dan suami/mencari nafkah dan ibadah ritual (sholat, puasa dan sebagainya) seharusnya kita niatkan, kita tujukan untuk dalam rangka pengabdian kepada Allah S.W.T.</p>
<p>Lalu bagaimana dalam kenyataan untuk siapakah aktifitas kita? Hati kita masing-masing yang dapat menjawabnya, dan hati kita pula yang dapat menentukan/memilihnya akan mengabdi kepada siapakah kita ini.</p>
<p>·     Pengabdi secara utuh dan murni kepada Allah</p>
<p>·     Pengabdi kemauan diri yang berarti adalah pengabdian terhadap nafsu</p>
<p>·     Pengabdi sesuatu, yaitu aturan makhluq atau</p>
<p>·     Pengabdi terhadap posisi, jabatan, kehormatan atau nama</p>
<p>Bila jawaban kita selain dari pengabdian secara utuh dan murni kepada Allah (QS. Al Bayyinah (98) : 5), maka adalah salah dan sia-sia hal ini tersirat dalam hadits Qudsi di bawah ini:</p>
<p><em>&#8220;Kelak pada hari kiamat akan didatangkan beberapa buku yang telah disegel, lalu dihadapkan kepada Allah. (Pada waktu itu) Malaikat berkata: &#8220;Demi kekuasaan Engkau, kami tidak melihat di dalamnya kecuali yang baik-baik saja&#8221;, selanjutnya Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya isinya ini dilakukan bukan karena-Ku, dan Aku sesungguhnya tidak akan menerima kecuali apa-apa yang dilaksanakan karena mencari keridhoan-Ku (HQR. Bazzar dan Thabrani).</em></p>
<p>Dengan firman Allah dan Hadits di atas jika kita amati gambaran kehidupan dunia ini, laksana seorang berjalan di sebuah jembatan lapuk lagi kecil, dalam kondisi di malam hari gelap tak bercahaya. Jika saja tidak hati-hati dan waspada amat mudahlah bagi kaki untuk tergelincir jatuh ke bawah. sedangkan di bawah jembatan titian tersebut berrawa-rawa tempat bersarang para buaya. Mulut-mulutnya senantiasa menganga terbuka siap menelan mangsa.</p>
<p>Itulah sebenarnya gambaran haqeqat dunia. Akan berlanjut pada kehidupan pengadilan kelak, yaitu meniti sebuah jembatan (shirath). Di bawahnya terdapat api bergolak, lapar menganga siap pula melahap mangsanya.Agar tidak tercebur ke jurang dalam meniti jembatan/shirath kita upayakan sikap dan perbuatan jangan sampai sia-sia dalam melakukan aktivitas keseharian misalnya belajar, bekerja, mengurus rumah tangga dan terlebih lagi ibadah yang bersifat ritual tertuju hanya untuk Allah S.W.T.. Untuk itu seharusnya manusia memurnikan niat dan menyatukan potensi ruh, rasa, hati, aqal dan nafsu untuk Allah S.W T. semata.</p>
<p>Inilah haqeqat kehidupan yang sebenarnya, hanya dengan pertolongan-Nya dan ampunan-Nya semata kita dapat melakukannya.</p>
<p>Penyatuan potensi tersebut hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan kepada Allah S.W.T. dan Rosulullah S.A.W. &#8220;<em>Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rosul&#8230;&#8221; (QS. Al Maa&#8217;idah (5): 92)</em></p>
<p><em>Wahai</em><em> Allah wahai Robbi kami bertunduk diri</em></p>
<p><em>Kian</em><em> hari kian terasa terbatasnya diri kami</em></p>
<p><em>Besar</em><em> keinginan berbakti lemah kami membakti</em></p>
<p><em>Tolonglah</em><em> kami untuk selaku abdi Ilaahi</em></p>
<p><em>Serahkan</em><em> jiwa raga tanpa komentar </em><em>sana</em><em> sini</em></p>
<p><em>Hanya</em><em> terwujud pertolongan-Mu adalah tali</em></p>
<p><em>Wahai</em><em> Allah wahai Robbi pendidik diri hamba</em></p>
<p><em>Betapa</em><em> sulit meletakkan diri selaku hamba</em></p>
<p><em>Jika</em><em> bukan karena pertolongan apakah artinya</em></p>
<p><em>Wahai</em><em> Allah wahai Robbi harapan satu-satunya</em></p>
<p><em>Baru</em><em> disadari, jika kehendak-Mu lebih utama</em></p>
<p><em>Ampuni</em><em> hamba, ingkar berulang ingkar senantiasa</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=18&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/17/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersama Allah Berbuah Kecerdikan</title>
		<link>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/12/hidup-bersama-allah-berbuah-kecerdikan/</link>
		<comments>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/12/hidup-bersama-allah-berbuah-kecerdikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 03:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alkaf Mabruri</dc:creator>
				<category><![CDATA[kecerdikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersamaAllah]]></category>
		<category><![CDATA[cerdik]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jagatraya]]></category>
		<category><![CDATA[pelestari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/12/hidup-bersama-allah-berbuah-kecerdikan/</guid>
		<description><![CDATA[ “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al Baqarah (2) : 23) وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ ﴿ الحج [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=17&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Section1">
<p class="MsoNormal"><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span><span> </span></span><em><span>“Dan <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">kamu</span> (<span class="SpellE">tetap</span>) <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">keraguan</span> <span class="SpellE">tentang</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> yang <span class="SpellE">Kami</span> <span class="SpellE">wahyukan</span> <span class="SpellE">kepada</span> <span class="SpellE">hamba</span> <span class="SpellE">Kami</span> (Muhammad), <span class="SpellE">buatlah</span> <span class="SpellE">satu</span> </span></em><span class="SpellE"><span class="GramE"><em><span>surat</span></em></span></span><em><span> (<span class="SpellE">saja</span>) yang <span class="SpellE">semisal</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">itu</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">ajaklah</span> <span class="SpellE">penolong-penolongnya</span> <span class="SpellE">selain</span> Allah, <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">kamu</span> <span class="SpellE">orang-orang</span> yang <span class="SpellE">benar</span>.” (QS. Al <span class="SpellE">Baqarah</span> (2<span class="GramE">) :</span> 23)</span></em><em><span dir="rtl" style="font-family:'Traditional Arabic';"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ </span></strong><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';">﴿ الحج ( ٢٢ ) </span></strong><span dir="ltr"></span><strong><span dir="ltr" style="font-size:14pt;"><span dir="ltr"></span>:</span></strong><span dir="rtl"></span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span dir="rtl"></span> <span>٣ ﴾ <span> </span></span></span></strong><strong><span dir="ltr" style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span class="GramE"><em><span>“<span class="SpellE">Diantara</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">ada</span> yang <span class="SpellE">membantah</span> <span class="SpellE">tentang</span> Allah <span class="SpellE">tanpa</span> <span class="SpellE">ilmu</span> <span class="SpellE">pengetahuan</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">mengikuti</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">syaithan</span> yang <span class="SpellE">jahat</span>.”</span></em></span><em><span> (QS. Al <span class="SpellE">Haj</span> (22<span class="GramE">) :</span> 3)</span></em><em><span dir="rtl" style="font-family:'Traditional Arabic';"></span></em><span dir="rtl" style="font-family:'Traditional Arabic';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span>Muatan</span></span><span> <span class="SpellE">isi</span> <span class="SpellE">firman</span> Allah <span class="SpellE">di</span> </span><span class="SpellE"><span>surat</span></span><span> Al <span class="SpellE">Baqarah</span> (2<span class="GramE">) :</span> 23 <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">nampak</span> <span class="SpellE">jelas</span> <span class="SpellE">adanya</span> <span class="SpellE">tantangan</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">jin</span> yang <span class="SpellE">masih</span> <span class="SpellE">berada</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">keraguan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">membuat</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">satu</span> </span><span class="SpellE"><span>surat</span></span><span> yang <span class="SpellE">semisal</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Hingga</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">detik</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">belum</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">seorangpun</span> yang <span class="SpellE">memberanikan</span> <span class="SpellE">diri</span> <span class="SpellE">unjuk</span> <span class="SpellE">jari</span> <span class="SpellE">memenuhi</span> <span class="SpellE">tantangan</span> <span class="SpellE">tersebut</span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-17"></span><span class="SpellE"><span>Namun</span></span><span> <span class="SpellE">keraguan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> <span class="SpellE">kebenaran</span> Al <span class="SpellE">Qur’anpun</span> <span class="SpellE">tampaknya</span> <span class="SpellE">masih</span> <span class="SpellE">menjamur</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">kalangan</span> <span class="SpellE">ummat</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">maupun</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">jin</span></span>. <span class="GramE">Hal <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">terbukti</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">banyak</span> <span class="SpellE">bermunculan</span> <span class="SpellE">sikap</span> <span class="SpellE">perilaku</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> yang <span class="SpellE">mengesampingkan</span> <span class="SpellE">kepedulian</span> <span class="SpellE">terhadap</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">petunjuk</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">pedoman</span>, <span class="SpellE">bahkan</span> <span class="SpellE">bantahan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> pun <span class="SpellE">sering</span> <span class="SpellE">muncul</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">permukaan</span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Aneh</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">ajaibnya</span>, <span class="SpellE">hal</span> <span class="SpellE">demikian</span> <span class="SpellE">terjadi</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">kalangan</span> <span class="SpellE">orang-orang</span> yang <span class="SpellE">mengaku</span> <span class="SpellE">dirinya</span> <span class="SpellE">telah</span> Islam <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">beriman</span>.</span></span><span> <span class="SpellE">Gema</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">petunjuk</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">pedoman</span> <span class="SpellE">hidup</span> (QS.2:3) <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">terdengar</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">ucapan</span> <span class="SpellE">kata</span> <span class="SpellE">belaka</span>, <span class="SpellE">tanpa</span> <span class="SpellE">merasuk</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">menyentuh</span> <span class="SpellE">hingga</span> <span class="SpellE">tampil</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">sikap</span> <span class="SpellE">perilaku</span> <span class="SpellE">kesehariannya</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Kitab</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">buku</span> yang <span class="SpellE">berisi</span> <span class="SpellE">berbagai</span> <span class="SpellE">pendapat</span> yang <span class="SpellE">belum</span> <span class="SpellE">jelas</span> <span class="SpellE">pengesahan</span> <span class="SpellE">kebenarannya</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">diutamakan</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">ditonjolkan</span>, <span class="SpellE">bahkan</span> <span class="SpellE">ayat-ayat</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">ditampilkan</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">sekedar</span> <span class="SpellE">acuan</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">mendukung</span> <span class="SpellE">pendapat</span> yang <span class="SpellE">dikemukakan</span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Ketidak-jelasan</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">pengesahan</span> <span class="SpellE">kebenaran</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">berbagai</span> <span class="SpellE">pendapat</span> yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">dijadikan</span> <span class="SpellE">landasan</span> <span class="SpellE">pijakan</span> <span class="SpellE">pemikiran</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> <span class="SpellE">menghantarkan</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">kelemahan</span> <span class="SpellE">konsep</span> <span class="SpellE">pandangan</span> <span class="SpellE">keilmuannya</span>.</span></span><span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Lemah</span></span><span class="GramE">, <span class="SpellE">rapuh</span> <span class="SpellE">serta</span> <span class="SpellE">mudah</span> <span class="SpellE">digoncang</span> <span class="SpellE">oleh</span> <span class="SpellE">terpaan</span> <span class="SpellE">pendapat</span> lain, <span class="SpellE">apalagi</span> <span class="SpellE">bila</span> <span class="SpellE">dikejar</span> <span class="SpellE">hingga</span> <span class="SpellE">haqeqat</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">esensinya</span>.</span> <span class="SpellE">Hantu</span> <span class="SpellE">keraguan</span> <span class="SpellE">senantiasa</span> <span class="SpellE">mengiringi</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">langkah</span> <span class="SpellE">kehidupannya</span>, <span class="SpellE">hingga</span> <span class="SpellE">benih-benih</span> <span class="SpellE">kepercayaan</span> <span class="SpellE">senantiasa</span> <span class="SpellE">tergerogoti</span>, <span class="SpellE">baik</span> <span class="SpellE">kepercayaan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> <span class="SpellE">sesama</span> <span class="SpellE">maupun</span> <span class="SpellE">kepercayaan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> sang <span class="SpellE">pencipta</span>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span>Prasangka</span></span><span>, <span class="SpellE">praduga</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">curiga</span> <span class="SpellE">senantiasa</span> <span class="SpellE">tampil</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">depan</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">mengawali</span> <span class="SpellE">langkah</span> <span class="SpellE">aktivitas</span> <span class="SpellE">perbuatannya</span>, <span class="SpellE">hingga</span> <span class="SpellE">terjadi</span> <span class="SpellE">peperangan</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">konflik</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">diri</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Konflik</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">diri</span> <span class="SpellE">menimbulkan</span> <span class="SpellE">tekanan</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">pemaksaan</span>, yang <span class="SpellE">mencuatkan</span> <span class="SpellE">berbagai</span> <span class="SpellE">gejolak</span> <span class="SpellE">jiwa</span>.</span> <span class="SpellE">Gejolak</span> yang <span class="SpellE">tertimbun</span> <span class="SpellE">sewaktu-waktu</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">tampil</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">permukaan</span> <span class="SpellE">berwujud</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">bentuk</span> <span class="SpellE">penyakit</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">perilaku</span> <span class="SpellE">jahiliyah</span>, <span class="SpellE">yakni</span> <span class="SpellE">perilaku</span> yang <span class="SpellE">tak</span> <span class="SpellE">memperdulikan</span> <span class="SpellE">hak</span>, <span class="SpellE">baik</span> <span class="SpellE">hak</span> <span class="SpellE">diri</span> <span class="SpellE">sendiri</span>, <span class="SpellE">hak</span> <span class="SpellE">makhluk</span> <span class="SpellE">sesama</span> <span class="SpellE">ataupun</span> sang <span class="SpellE">pencipta</span>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Itulah</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">bermasalah</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">pembuat</span> <span class="SpellE">masalah</span>, yang <span class="SpellE">serba</span> <span class="SpellE">membuat</span> <span class="SpellE">batasan-batasan</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">definisi</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">alat</span> <span class="SpellE">pembelenggu</span> <span class="SpellE">manusia</span> agar <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">berfikir</span> <span class="SpellE">bebas</span> <span class="SpellE">aktif</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">menumbuh</span> <span class="SpellE">kembangkan</span> <span class="SpellE">potensi</span> yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">dipasangkan</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">diri</span> <span class="SpellE">manusia</span>.</span></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Sebenarnya</span></span></span><span class="GramE"><span> Allah <span class="SpellE">menghendaki</span> <span class="SpellE">kemudahan</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">menusia</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bukan</span> <span class="SpellE">kesulitan</span>, <span class="SpellE">serta</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">dicipta</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">dicinta</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bukan</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">dianiaya</span>.</span></span><span> <span class="SpellE">Untuk</span> <span class="SpellE">itu</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">diberikan</span> 5 (</span><span class="GramE"><span>lima</span></span><span>) modal <span class="SpellE">dasar</span>, <span class="SpellE">masing-masing</span> <span class="SpellE">berupa</span> <span class="SpellE">ketenagaan</span> <span class="SpellE">Ilaahiyah</span> <span class="SpellE">cukup</span> <span class="SpellE">halus</span> <span class="SpellE">berkondisi</span> <span class="SpellE">cukup</span> <span class="SpellE">setimbang</span> <span class="SpellE">sempurna</span>. <span class="SpellE">Ke</span> 5 (lima) modal <span class="SpellE">dasar</span> <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">ruh</span> <span class="SpellE">suci</span>, <span class="SpellE">rasa</span>, <span class="SpellE">hati</span>, <span class="SpellE">aqal</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">nafsu</span> <span class="SpellE">sebagai</span> “<span class="SpellE">ujung/pucuk</span>” yang <span class="SpellE">keberadaannya</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">manusia</span>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Penjagaan</span></span></span><span class="GramE"><span>, <span class="SpellE">pemeliharaan</span>, <span class="SpellE">pendidikan</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">pembawa</span> <span class="SpellE">ke</span> 5 (lima) modal <span class="SpellE">dasar</span> <span class="SpellE">manusia</span> agar <span class="SpellE">berkondisi</span> <span class="SpellE">tetap</span> <span class="SpellE">cukup</span> <span class="SpellE">setimbang</span> <span class="SpellE">sempurna</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bertumbuh</span> <span class="SpellE">kembang</span> <span class="SpellE">bebas</span> <span class="SpellE">aktif</span>, <span class="SpellE">laras-lurus</span> <span class="SpellE">sesuai</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">ketetapan-Nya</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">dilakukan</span> <span class="SpellE">oleh</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bersama</span> <span class="SpellE">Rabb</span> (Allah), <span class="SpellE">yakni</span> <span class="SpellE">secara</span> <span class="SpellE">bersama-sama</span> lima modal <span class="SpellE">dasar</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">sepenuhnya</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">mengabdi</span> <span class="SpellE">kepada</span> Allah <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">tepian</span> (<span class="SpellE">ujung</span>) <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">mengarah</span> <span class="SpellE">menjadi</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">CCSK</span> (<span class="SpellE">cerdik</span>, <span class="SpellE">cerdas</span>, <span class="SpellE">sehat</span>, <span class="SpellE">kuat</span>) <span class="SpellE">berkondisi</span> <span class="SpellE">sejuk-segar</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">menyegarkan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span>.</span></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Manusia</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">cerdik</span> <span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">memperoleh</span> <span class="SpellE">pengertian</span> <span class="SpellE">setitik</span> <span class="SpellE">ilmu</span>-Ku Allah yang <span class="SpellE">tertangkap</span> <span class="SpellE">rasa</span> <span class="SpellE">disertai</span> <span class="SpellE">pemahaman</span> <span class="SpellE">aqal</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">selanjutnya</span> <span class="SpellE">ditampung</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">disimpan</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">hati</span>.</span></span><span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Sebagai</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">tanda</span> <span class="SpellE">bukti</span> <span class="SpellE">rasa</span> <span class="SpellE">syukur</span> <span class="SpellE">seorang</span> <span class="SpellE">hamba</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">hadapan</span> Allah, <span class="SpellE">setitik</span> <span class="SpellE">ilmu</span>-Ku yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">tertanam</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">hati</span> <span class="SpellE">senantiasa</span> <span class="SpellE">tersikapi</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> <span class="SpellE">keseharian</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">dituangkan</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">bentuk</span> <span class="SpellE">konsep</span> <span class="SpellE">keilmuan</span> <span class="SpellE">setimbang</span> <span class="SpellE">sehat</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">diterapkan</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">langkah</span> <span class="SpellE">nyata</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">memecahkan</span> <span class="SpellE">masalah</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> <span class="SpellE">bersemesta</span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Hanya</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">manusia</span> yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">terpimpin</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">terbimbing</span> <span class="SpellE">Rabb</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">setitik</span> <span class="SpellE">ilmu</span>-Ku Allah yang <span class="SpellE">setimbang</span> <span class="SpellE">sehat</span> <span class="SpellE">penuh</span> <span class="SpellE">kepastian</span> <span class="SpellE">sajalah</span> yang <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">tampil</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">muka</span> <span class="SpellE">bumi</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">memecahkan</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">permasalan</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> <span class="SpellE">bersemesta</span>.</span></span><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Persiapan</span></span></span><span class="GramE"><span> yang <span class="SpellE">diperlukan</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">manusia</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">bersama</span> Allah <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">hamba-Nya</span> yang <span class="SpellE">CCSK</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">dilakukan</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">berupaya</span> <span class="SpellE">sungguh-sungguh</span> <span class="SpellE">menjalankan</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">benar</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bersih</span>, <span class="SpellE">yakni</span> <span class="SpellE"><em>bersih</em></span><em> <span class="SpellE">aqidah</span>, <span class="SpellE">bersih</span> <span class="SpellE">syariah</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bersih</span> <span class="SpellE">akhlaq</span>.</em></span></span><em><span> </span></em><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><strong><em><span>Bersih</span></em></strong></span><strong><em><span> <span class="SpellE">aqidah</span></span></em></strong><span> <span class="SpellE">berarti</span> <span class="SpellE">meninggalkan</span> <span class="SpellE">berbagai</span> <span class="SpellE">bentuk</span> <span class="SpellE">kemusyrikan</span>, <span class="SpellE">baik</span> <span class="SpellE">kemusyrikan</span> <span class="SpellE">lahir</span> <span class="SpellE">seperti</span>: <span class="SpellE">jimat</span> <span class="SpellE">berbentuk</span> <span class="SpellE">cincin</span>, <span class="SpellE"><span class="GramE">keris</span></span>, <span class="SpellE">tumbal</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">sebagainya</span>, <span class="SpellE">ataupun</span> <span class="SpellE">kemusyrikan</span> <span class="SpellE">bathin</span> <span class="SpellE">seperti</span>: <span class="SpellE">mempergantungkan</span> <span class="SpellE">diri</span> <span class="SpellE">kepada</span> <span class="SpellE">sesuatu</span> <span class="SpellE">selain</span> Allah, <span class="SpellE">percaya</span> <span class="SpellE">diri</span>, <span class="SpellE">mengutamakan</span> <span class="SpellE">pendapat</span> <span class="SpellE">makhluq</span> <span class="SpellE">daripada</span> <span class="SpellE">pengkabaran</span> <span class="SpellE">dari</span> Allah <span class="SpellE">dan</span> lain <span class="SpellE">sebagainya</span>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><strong><em><span>Bersih</span></em></strong></span><strong><em><span> <span class="SpellE">syariah</span></span></em></strong><span> <span class="SpellE">berarti</span> <span class="SpellE">tanpa</span> <span class="SpellE">bid’ah</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">menambah-nambah</span> <span class="SpellE">aturan</span> <span class="SpellE">selain</span> yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">dicontohkan</span> Muhammad <span class="SpellE">Rasulullah</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">S.A.W</span></span><span class="GramE">..</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><strong><em><span>Bersih</span></em></strong></span></span><span class="GramE"><strong><em><span> <span class="SpellE">akhlaq</span>,</span></em></strong><span> <span class="SpellE">senantiasa</span> <span class="SpellE">menampilkan</span> <span class="SpellE">perilaku</span> <span class="SpellE">serba</span> <span class="SpellE">baik</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">terpuji</span> <span class="SpellE">selaras</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span> <span class="SpellE">berteladankan</span> Muhammad <span class="SpellE">Rasulullah</span> <span class="SpellE">S.A.W</span>., <span class="SpellE">terhindar</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">tampilan</span> <span class="SpellE">sikap</span> <span class="SpellE">perilaku</span> <span class="SpellE">tercela</span> <span class="SpellE">tak</span> <span class="SpellE">selaras</span> Al <span class="SpellE">Qur’an</span>.</span></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span>Dengan</span></span></span><span class="GramE"><span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">bersih</span> <span class="SpellE">aqidah</span>, <span class="SpellE">syariah</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">akhlaq</span> <span class="SpellE">secara</span> <span class="SpellE">otomatis</span> <span class="SpellE">tersambungkan</span> <span class="SpellE">tali</span> <span class="SpellE">getaran</span> <span class="SpellE">dengan</span> Allah <span class="SpellE">sehingga</span> <span class="SpellE">siap</span> <span class="SpellE">menerima</span> <span class="SpellE">pemberitaan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">sisi</span> Allah <span class="SpellE">berupa</span> <span class="SpellE">keilmuan</span> <span class="SpellE">murni</span> <span class="SpellE">terpadu</span> <span class="SpellE">bersifat</span> <span class="SpellE">Qur’ani</span>.</span></span><span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Itulah</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">keilmuan</span> <span class="SpellE">murni</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">sisi</span> Allah <span class="SpellE">berjangkauan</span> <span class="SpellE">kesemestaan</span> <span class="SpellE">berkesinambungan</span> <span class="SpellE">tanpa</span> <span class="SpellE">batasan</span> <span class="SpellE">ruang</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">waktu</span> yang <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">menyelasaikan</span> <span class="SpellE">secara</span> <span class="SpellE">pasti</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">tepat</span> <span class="SpellE">guna</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">permasalahan</span> <span class="SpellE">hidup</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kehidupan</span>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="SpellE"><span>Sehingga</span></span><span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">seorang</span> <span class="SpellE">hamba</span> yang <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">siap</span> <span class="SpellE">menerima</span> <span class="SpellE">karunia</span> <span class="SpellE">keilmuan</span> <span class="SpellE">murni</span> <span class="SpellE">bersifat</span> <span class="SpellE">Qur’ani</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">tampil</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE"><em>hamba</em></span><em> <span class="SpellE">cerdik</span> <span class="SpellE">pelestari</span> <span class="SpellE">kehidupan</span> <span class="SpellE">jagat</span> <span class="SpellE">raya</span></em>.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hikmahrenunganmalam.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hikmahrenunganmalam.wordpress.com&amp;blog=1954459&amp;post=17&amp;subd=hikmahrenunganmalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hikmahrenunganmalam.wordpress.com/2007/11/12/hidup-bersama-allah-berbuah-kecerdikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3e008b1c852e20ae3dcf44a7e6076da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Alkaf Mabruri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
